Menarik tidaknya sebuah tarian rupanya tergantung siapa melakoni. Demikian pula saat tari perut yang biasanya digemari warga jazirah Arab, malah jadi ajang unjuk rasa berbau politis.Rencana pelaksanaan festival tari perut di Kota Marakesh, Maroko, dua bulan lagi bikin geger warga muslim. Sebab, ada dua penari asal Israel membikin kelompok sayap kanan meradang.Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Selasa (27/3), mereka mengetahui keikutsertaan warga Israel setelah akhir pekan lalu situs resmi festival itu mencantumkan nama Simona Guzman dan Asi Haskal. Keduanya pengajar dan pemilik sekolah tari perut ternama di Ibu Kota Tel Aviv, Israel.Beberapa warga Maroko segera membuat laman Facebook mengutuk pesta tari perut itu. Kelompok yang menamakan diri Pemuda Maroko untuk Kebangkitan Palestina Ketiga mengancam berunjuk rasa bila dua warga Israel itu benar-benar tampil di hotel tempat penyelenggaraan festival.Semua gerakan tadi menuntut warga Israel enyah dari bumi Maroko dan menolak upaya normalisasi hubungan dengan negara Zionis itu meski lewat jalur kebudayaan sekalipun. Warga makin curiga pada penyelenggara festival lantaran informasi di situs resmi pesta tari perut itu tersedia dalam delapan bahasa, termasuk Ibrani, namun tidak ada versi bahasa Arab.Festival yang diselenggarakan seorang pengajar tari perut bernama Hakima ini sebetulnya sudah memasuki tahun ketiga. Di penyelenggaraan sebelumnya, panitia mengaku tidak terlalu banyak masalah.Hakima yang menetap di Spanyol heran mengapa festival ini dituduh membawa misi terselubung Israel. Bagi dia, warga Israel sampai bersedia datang karena tari perut memang digemari kalangan lintas budaya. "Faktanya tari perut memang digemari di banyak negara, bahkan di Amerika dan Eropa, orang berderet-deret mengantre buat menonton pertunjukan tari perut," tulis Hakima di situs pribadinya. Meski direktur Festival sudah bersuara cukup lantang, belum ada pernyataan resmi panitia terkait tuntutan agar ajang tari perut massal itu dibatalkan.
Maroko tolak penari perut asal Israel
Warga Maroko makin curiga terhadap panitia festival tari perut lantaran tidak ada pengumuman dalam bahasa Arab.
Advertisement
Rekomendasi
