Warga Korea: Lee Myung Bak mirip dengan Jokowi

Mereka punya kebijakan bagus soal pembangunan kota besar.

Mustiana Lestari
Oleh Mustiana Lestari - Reporter
Warga Korea: Lee Myung Bak mirip dengan Jokowi
Jokowi - Lee Myung Bak. istimewa ©2012 Merdeka.com

Warga Korea Selatan menyamakan Presiden Lee Myung Bak dengan sosok Gubernur Ibu Kota Jakarta, Indonesia, Joko Widodo. Mereka menganggap pemimpin baru metropolitan ini punya pandangan sama soal pembangunan wilayah saat Bak menjabat sebagai Gubernur Ibu Kota Seoul. Seorang mahasiswa Korea mengambil jurusan Bahasa Indonesia di Universitas Seoul jurusan bahasa asing, Yang Tae Jeong, mengaku terpikat dengan Jokowi. "Bak seperti Jokowi. Mereka mampu menyelesaikan masalah perkotaan seperti transportasi. Bak juga sangat disukai masyarakat Seoul waktu itu, persis Jokowi, dicintai warga Jakarta," ujar Jeong saat dihubungi PulseFeed, Jumat (26/10).Jeong tidak sengaja menerjemahkan lima sampai enam berita tentang Jokowi dalam bahasa negaranya. Dia makin terpesona, apalagi teman dan setiap sopir taksi dia temui, semuanya mendukung Jokowi."Sebelum terpilih, media banyak mendukung dia. Saya kira sangat positif, saya juga terkesan tentang pandangan dia mau memperbaiki Jakarta. Saya berbicara dengan sopir taksi dan teman-teman, mereka dukung Jokowi," ujarnya dengan bahasa Indonesia cukup baik.Meski demikian, Jeong menyangsikan kebijakan Jokowi soal transportasi massal (MRT). Dia tidak yakin program MRT bisa diterapkan di Jakarta. Jika mampu, kebijakan ini bakal bagus. "Tapi pelaksanaannya pasti sulit." ujarnya.

Bak memang dikenal presiden dengan pola kepemimpinan baik, tegas, dan adil.
Tahun lalu, dia memerintahkan kepolisian untuk menangkap kakaknya sendiri, Lee Sang Deuk, duduk menjadi anggota parlemen Negeri Ginseng itu.Deuk dituduh menerima suap Rp 4,9 miliar dari direktur dua bank bermasalah. Uang itu diterima Deuk kurun waktu 2007-2011 sebagai imbalan sebab dia membantu para pimpinan bank itu menghindar dari audit bank sentral negara itu.Kejadian menimpa kakak Myung Bak, membuat presiden itu berkali-kali memohon ampunan rakyat Korea Selatan lewat media. Hingga kini kasus Deuk masih dalam penyelidikan.

Rekomendasi