Serba satu Paus baru

Dia Paus pertama dari luar Eropa dan masih banyak keunggulan lainnya.

Ardini Maharani
Oleh Ardini Maharani - Reporter
Serba satu Paus baru
Paus baru . ©REUTERS/Dylan Martinez

Setelah Benediktus XVI mengundurkan diri pada 28 Februari, umat Katolik hari ini mengucap puji Tuhan sebab akhirnya konklaf berhasil mengeluarkan nama pemimpin baru mereka. Dialah Kardinal Jorge Mario Bergoglio.Bergoglio bukan nama asing bagi Vatikan. Delapan tahun lalu dia tampil menjadi kuda hitam dan punya suara terbanyak kedua setelah Joseph Ratzinger. Lelaki 76 tahun ini juga menjadi pemimpin gereja Katolik di Argentina. Dia dikenal memberikan pembaharuan dan hawa segar modernisasi ke gereja meski ada nilai-nilai yang tidak bisa ia toleransi seperti perkawinan sesama jenis. Itu sebabnya dia berada di baris depan saat negaranya hendak mensahkan undang-undang soal itu.Bisa jadi perubahan itu memang bisa langsung dirasakan umat Katolik sejagat. Saat Kardinal Jean Louis Pierre Tauran menyebutkan nama Bergoglio serentak masyarakat menyemut di Lapangan Basilika Santo Petrus bersoral sorai. Ini lantaran pertama kalinya Vatikan memilih Paus dari luar Eropa sejak seribu tahun lebih, demikian dilansir surat kabar the Guardian, Kamis (13/4).Nomor wahid bukan hanya soal wilayah namun juga berbagai faktor. Bergoglio memilih nama Fransiskus I. Lewat angka di belakang nama diketahui baru dia Paus memakai nama tersebut setelah Fransiskus asal Asisi. Nama ini dari Fransiskus Xaverius pendiri serikat Yesus. Bergoglio juga menjadi Paus pertama di ordo jesuit. Paus ke-266 ini disinyalir membawa angin segar. Pengamat Vatikan John Allen mengatakan sosok Fransiskus I tidak sembarangan. Dia pemuja toleransi namun menjunjung tinggi nilai-nilai Katolik. "Dia akan membuat hal baru di Takhta Suci," Ujar Allen, seperti dilansir stasiun teleisi CNN, Kamis (14/3).

Rekomendasi