Militan Asy-Syabab larang warga Somalia nonton televisi

Mereka memberi waktu lima hari kepada warga untuk menyerahkan televisi kepada pejabat kota.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Militan Asy-Syabab larang warga Somalia nonton televisi
militan Asy-Sayabab di Somalia. ©globedia.com

Kelompok militan Asy-Syabab di Somalia melarang warga Kota bArawe, Somalia, menonton televisi karena menurut mereka perbuatan itu melanggar ajaran Islam.Asy-Syabab berkeliling kota menggunakan mobil dengan perangkat pengeras suara meneriakkan larangan itu, seperti dilansir situs sabahionline.com, Kamis (7/11).Warga Barawe Mursal Yarisow, 54, mengatakan pengumuman itu disampaikan Asy-Syabab 28 Oktober lalu dan mereka memberi waktu lima hari kepada warga untuk menyerahkan televisi kepada pejabat berwenang di Barawe."Saya sangat terkejut ketika mendengar larangan ngawur yang melarang kami menonton televisi di rumah," kata dia. "Saya menonton saluran Universal TV, Horn Cable TV, dan Somali Channel TV supaya bisa mengikuti perkembangan berita dunia."Larangan itu, kata Yarisow, bermaksud membuat warga tidak peduli dengan pemberitaan negatif tentang Asy-Syabab yang selama ini beredar.Larangan itu muncul sepekan setelah pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat (NAVY SEAL) di Barawe menggerebek kelompok Asy-Syabab untuk memburu komandan mereka, Abdulkadir Muhamaad Abdulkadir alias Ikrima. Sang komandan diyakini tinggal di sebuah rumah di tepi pantai."Asy-Syabab adalah kelompok kriminal yang ingin membunuh siapa pun mereka sebut non-muslim," kata Yarisow.

Nama militan Asy-Syabab semakin mengemuka setelah diduga mendalangi peristiwa penyanderaan di mal Westgate di Ibu Kota Nairobi, Kenya, bulan lalu, yang menewaskan lebih dari 60 orang.

Rekomendasi