Farouk al-Baz, ilmuwan berdarah Mesir-Amerika bekerja sebagai ahli geologi di Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membantah pernyataan pria bernama Ahmed Shaheen yang mengatakan Hari Kiamat sudah terjadi di Planet Mars.Shaheen yang menyebut dirinya Nostradamus dari Arab itu sebelumnya mengatakan Hari Kiamat berikutnya akan terjadi di Bumi dalam berita dilansir stasiun televisi Al Arabiya kemarin."Dari mana dia bisa berkata omong kosong seperti itu?" tanya al-Baz dalam siaran di stasiun televisi Mesir, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (27/6).Shaheen yang mengklaim dia anggota Serikat Astronom Amerika dan peneliti lembaga pembela hak asasi Amnesty International, mengatakan NASA sudah merekam saat matahari terbit dari barat enam tahun lalu. Menurut tradisi Islam, kata dia, matahari terbit dari barat adalah pertanda kiamat.Nostradamus dari Arab itu juga mengklaim makhluk Mars sudah tahu akan terjadi kiamat itu dan mereka pergi ke Bumi lalu menjadi nenek moyang bangsa kulit putih di Skandinavia.Para ilmuwan selama ini menyimpulkan Mars dulunya mirip Bumi dan kondisi planet itu saat ini hasil perubahan selama miliaran tahun lalu. Manusia sebagai Homo sapiens baru muncul di Bumi sekitar 200 ribu tahun lalu.Al-Baz menilai pernyataan Shaheen itu konyol dan cenderung berbau gaib daripada ilmu sains. Dia bahkan menyuruh Shaheen pergi sendiri ke Mars buat melihat apa yang terjadi di sana.
NASA bantah klaim sebut Mars alami Hari Kiamat
Ilmuwan NASA menyebut klaim itu omong kosong dan konyol.
Advertisement
Rekomendasi
