Bos sekolah di Kamboja ditangkap sebab jadi mucikari siswanya

Tersangka diduga memperdagangkan siswa remaja untuk berhubungan seks dengan pendonor dana dari warga asing.

Vincent Asido Panggabean
Bos sekolah di Kamboja ditangkap sebab jadi mucikari siswanya
Ilustrasi perkosaan, pelecehan seksual, pencabulan. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock

Polisi Kamboja hari ini mengatakan seorang direktur sekolah di negara itu telah ditangkap karena perdagangan siswa remaja untuk berhubungan seks dengan para pendonor dana dari warga asing, dalam sebuah kasus digambarkan sebagai "panggilan untuk bertindak" bagi pemerintah. 

Waha Panjang, 32 tahun, pendiri Sekolah Anak-Anak Kurang Mampu di Kota Siem Reap, sebelah barat laut Kamboja, terancam hukuman hingga lima tahun penjara jika terbukti bersalah dari tuduhan kejahatan seks anak-anak, seperti dilansir situs Asia One, Selasa (8/7). 

"Dia membuat remaja yang tinggal di rumahnya memberikan seks untuk warga asing yang menyumbangkan dana kepada dia," kata kepala polisi anti perdagangan manusia provinsi, Duong Thavary. 

"Tersangka diduga memberikan setidaknya empat anak laki-laki, berpasangan, untuk berhubungan seks dengan para pendonor itu," jelas dia. "Polisi berencana untuk mencari warga asing yang terlibat." 

Penangkapan itu terjadi setelah mantan sukarelawan di sekolah itu, yang menawarkan pelajaran bahasa Inggris gratis untuk anak-anak miskin, mengajukan tuduhan perdagangan seks anak-anak. 

"Kami memiliki semua bukti terhadap dirinya," ucap Thavary. Dia menjelaskan tersangka diperkirakan akan didakwa di pengadilan besok. 

Mengunjungi sekolah-sekolah dan panti asuhan telah menjadi objek wisata di Kamboja. Tapi para pegiat telah lama menyuarakan keprihatinan bahwa kegiatan seperti itu menempatkan anak-anak rentan pada risiko pelecehan. 

Samleang Seila, direktur untuk kelompok hak anak Action Pour Les Enfants, menyambut tindakan keras itu. 

"Ini adalah panggilan untuk bertindak bagi pihak berwenang agar berhati-hati tentang pembukaan panti asuhan," tegas dia.

Rekomendasi