Virus yang butuh fulus

Penanganan Ebola butuh belasan triliun.

Ardini Maharani
Oleh Ardini Maharani - Reporter
Virus yang butuh fulus
Korban tewas penderita Ebola di jalan-jalan Guinea. dailymail.co.uk ©2014 Merdeka.com

Wabah Ebola benar-benar telah di luar kendali. Virus berkembang di Afrika Barat ini telah menjadi bencana kemanusiaan dengan perkiraan biaya penanggulangannya mencapai Rp 12 triliun.Jumlah penderita setiap harinya meningkat hingga beberapa kali melebihi prediksi. Asisten Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Bruce Aylward mengatakan dalam jumpa pers di Kota Jenewa, Swiss, jumlah kasus sudah mencapai 4.985 dan kematian mencapai 2.461. "Angka ini bertambah tiga kali lipat dari jumlah bulan sebelumnya," ujar Aylward, seperti dilansir surat kabar the New York Times (16/9).Aylward menyebutkan dia tak benar-benar tahu persis berapa angka mereka yang terinfeksi namun itu semua rata-rata berdasarkan laporan rumah sakit pada 21 hari belakangan. Sebenarnya WHO sudah mengantisipasi bakal menangani sekitar 20 ribu kasus, namun pertumbuhan penyakit ini mengkhawatirkan dan Aylward mengaku sangat deg-degan.Aylward meyakini dirinya, respon yang cepat bisa mengalahkan penyebaran virus. Selain itu layanan memadai demi menangani korban juga akan sangat membantu.Koordinator bantuan darurat WHO Valerie Amos mengatakan Ebola telah membuat sekitar tiga negara yakni Liberia, Guinea, dan Sierra Leone di ambang kehancuran padahal makanan dan kebutuhan hidup sehari-hari juga pekerjaan rumah tak gampang. Sementara dokter senior David Nabarro mengatakan dana dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk krisis ini sudah melonjak puluhan kali lipat. Wabah ini jelas tidak bisa ditangani hanya dengan gerakan PBB saja. Dunia harus ikut turun tangan sebelum Ebola benar-benar mampir ke pelbagai negara sejagat.

Rekomendasi