Foto wanita Maroko keliru disebut pelaku bom bunuh diri di Prancis

Kesalahan ini dilakukan media besar sekelas Aljazeera dan Daily Mail. Video permintaan maaf pada Nabila disebar

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Foto wanita Maroko keliru disebut pelaku bom bunuh diri di Prancis
Nabila dikira pelaku bom bunuh diri. ©2015 Merdeka.com

Warga Negara Maroko, bernama Nabila, menjadi korban pemberitaan keliru terkait serangan teror di Ibu Kota Paris, Prancis, dua pekan lalu. Fotonya disebar selepas kepolisian antiteror menggerebek apartemen di St. Dennis yang menjadi lokasi persembunyian beberapa pelaku.

Sosoknya dilabeli sebagai Hasna Ait Bouchalen, anggota ISIS yang meledakkan diri dalam penggerebekan polisi pada 17 November lalu. Jaringan media besar, misalnya the Daily Mail, tanpa verifikasi lebih lanjut menggunakan foto Nabila.

Stasiun televisi Aljazeera membuat permintaan maaf melalui video di laman Facebook-nya, Selasa (24/11). Jurnalis mereka menemui langsung Nabila di Maroko.

"Saya tidak mempunyai hubungan apapun dengan Hasna ataupun jaringan teror. Saya korban dari tindakan salah satu kawan yang menjual foto saya kepada wartawan di Prancis," kata Nabila.

Foto Nabila sedang berendam di bak mandi serta bersantai bersama kawan sepermainan ketika mukim di Prancis beberapa tahun lalu, dijual kepada wartawan Inggris. The Daily Mail jadi salah satu media besar yang pertama menyebar foto-foto Nabila,melabelinya pelaku bom bunuh diri. Foto itu lantas dipakai media lainnya tanpa verifikasi lebih lanjut.

Sejauh ini, Kepolisian Prancis masih menyatakan sosok bernama Hasna Ait Boulahcen (26) termasuk yang tewas dalam penggerebekan di St. Dennis. Hasna disebut sepupu otak pelaku teror Paris Abdul Hamid Abu Aud.

Selain tiga orang tewas, termasuk Abu Aud, polisi Prancis mencokok tujuh orang dalam operasi pekan lalu. Mereka dianggap membantu atau tahu rencana penyerangan Paris.

Ini adalah video permintaan maaf Aljazeera kepada Nabila:

Rekomendasi