Dokter dari Universitas John Hopkins di Washington, Amerika Serikat, bersiap menggelar operasi transplantasi penis seorang veteran perang. Jika berhasil, maka operasi serupa dilakukan bagi ribuan mantan prajurit yang cedera berat di medan tempur.
Veteran tak disebut namanya ini mengalami cedera di area kelamin lantaran terkena bom saat bertugas di Afghanistan. Operasi transplantasi diperkirakan berlangsung 12 jam, termasuk menyambung kembali otot-otot untuk fungsi kencing dan seks.
Hanya saja, pasien uji coba ini diperkirakan tak bisa punya anak lagi karena testis - yang memproduksi sperma - belum bisa ditransplantasi, seperti dilaporkan Kantor Berita AFP, Selasa (8/12).
RS John Hopkins menjadwalkan bermacam operasi eksperimen, termasuk penggantian alat vital, kepada 60 pasien. Mereka memakai organ donor orang yang sudah meninggal.
Penyambungan penis ini akan sangat berguna bagi 1.367 tentara AS yang tak bisa lagi memakai alat vitalnya secara normal akibat cedera di Afghanistan atau Irak selama masa tugas 2001-2013.
Operasi transplantasi penis pertama yang sukses terjadi tahun ini di Afrika Selatan. Selain bisa disambung kembali, pria itu sukses menjadi ayah karena testisnya masih berfungsi normal.
