Spanyol cabut diskriminasi wanita Muslim berhijab di dalam kelas

Kasus diskriminasi ini terjadi di Valencia. Seorang wanita muslim diusir dari ruang kelas karena tidak mau melepas hijabnya saat kegiatan belajar. Usai mendapat desakan, akhirnya sekolah tersebut mencabut larangannya dan siswi tersebut mendapatkan hak belajarnya kembali.

Muhammad Radityo
Oleh Muhammad Radityo - Reporter
Spanyol cabut diskriminasi wanita Muslim berhijab di dalam kelas
Foto hijab. ©2013 Merdeka.com

Pemerintah Valencia memberi arahan kepada sekolah tingkat menengah di daerah tersebut untuk membalikkan aturan pelarangan bagi remaja wanita Muslim untuk melepas hijab di dalam kelas. Sebelumnya, Takwa Rejeb(22) dihukum keluar kelas selama sepekan karena gunakan hijab saat jam pelajaran.

Departemen pendidikan daerah Valencia meminta SMA Benlliure mengizinkan wanita Muslim menggunakan pakaian sesuai syariah di dalam kelas, lapor surat kabar Spanyol, El Pais, seperi dikutip laman RT.com, Selasa (20/9).

"Pemberitaan ini membuat saya senang pastinya" kata Rejeb yang studi pariwisata. "Ini adalah kegembiraan melihat perubahan kecil membawa dampak besar di akhir," katamya kepada koran El Pais.

Menurut Rejeb, ini adalah langkah kecil yang membuatnya menjadi diri sendiri, tanpa mengikuti bayang-bayang orang lain. Aturan menggunakan hijab di dalam kelas diprotesnya pada pekan lalu. Menurut pihak sekolah, hal itu mengacu pada aturan yang diterapkan pada 2009.

Rejeb yang protes kepada dinas pendidikan setempat awalnya diacuhkan begitu saja dan dikatakan kebijakan pelarangan hijab adalah hak prerogatif masing-masing sekolah. Namun, usai mencari bantuan, khususnya dari lembaga pengawas aturan, hal itu disebut sebuah diskriminasi.

Baru pada saat itu dinas pendidikan setempat bergerak dan menjamin setiap pelajar bisa mendapat hak edukasi yang saman, tak terkecuali bagi remaja wanita Muslim

Rekomendasi