Kapal induk AS mendekat ke Selat Sunda

Tindakan Korut dengan kembali meluncurkan rudal telah menambah ketegangan di Semenanjung Korea. Pemerintah AS pun merespons keras, di mana Presiden Donald Trump memerintahkan agar kapal induk Carl Vinson segera mengubah arah, tetapi ternyata mereka melewati Selat Sunda.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Kapal induk AS mendekat ke Selat Sunda
Kapal induk USS Carl Vinson melintas di Selat Sunda. ©2017 navy.mil

Tindakan Korea Utara (Korut) yang enggan menanggapi permintaan dunia dengan kembali mencoba meluncurkan rudal telah meningkatkan ketegangan baru. Pemerintah Amerika Serikat (AS) pun merespons keras, di mana Presiden Donald Trump memerintahkan agar kapal induk Carl Vinson segera mengubah arah.Pengubahan arah itu diumumkan langsung oleh Laksamana Harry Harris saat berada di Singapura. Armada yang dipimpinnya mendapatkan perintah untuk berlayar dari negara pulau itu pada 8 April lalu menuju Pasifik Barat.Bahkan, Menteri Pertahanan James Mattis mengungkapkan kapal induk tersebut sedang dalam perjalanan ke lokasi yang ditentukan. Bahkan, Trump dalam wawancaranya dengan Fox Business Network pada 12 April lalu menyebut, "Kami mengirim sebuah armada, sangat kuat."Alih-alih menuju perairan Korut seperti yang digembar gemborkan banyak media AS, ternyata Carl Vinson malah bergerak menjauhinya. Kapal tersebut malah berada di perairan Indonesia, tepatnya di Selat Sunda yang membelah Pulau Jawa dan Sumatera.Hal itu diungkap langsung oleh laman resmi Angkatan Laut AS dengan mengunggah foto terbaru dari kapal induk berbahan bakar nuklir tersebut. Dari foto itu terungkap bahwa kapal itu sedang berlayar melalui Indonesia dan diabadikan pada 15 April lalu."Kapal Induk USS Carl Vinson (CVN 70) sedang transit di Selat Suda. Gugus Serbu Kapal Induk Carl Vinson sedang menjalani agenda penempatan Pasifik barat sebagai bagian Armada Pasifik AS untuk memperluas fungsi komando dan kontrol Armada Ketiga AS. Gugus serbu kapal induk Angkatan Laut AS telah berpatroli di Indo-Asia-Pasifik secara reguler dan rutin selama lebih dari 70 tahun," tulis laman resmi AL AS itu.

Kedatangan kapal induk tersebut juga diduga kuat erat kaitannya dengan kunjungan Wakil Presiden AS Mike Pence ke Jakarta.Carl Vinson, dengan pengawalan dua kapal penghancur dan sebuah kapal jelajah berada lebih dari 3 ribu mil dari semenanjung Korea, dan lebih dari 500 mil di selatan Singapura.Terungkapnya keberadaan kapal induk ini ditanggapi sinis oleh media-media China. Mereka menulis semua orang ditipu mentah-mentah."Tertipu mentah-mentah," tulis Global Times dalam akun media sosialnya. "Tidak ada satupun kapal induk AS yang ditunggu-tunggu akan datang!"

Rekomendasi