Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi telah menyampaikan ucapan selamat kepada Boris Johnson yang terpilih menjadi Perdana Menteri (PM) Inggris. Dia mengatakan sudah menyampaikan kemenangan Johnson sebagai PM Inggris kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
"Saya sudah lapor sama Presiden. Kalau dari saya, karena saya kan berteman dengan Boris, dengan Bojo pada saat dia menjadi menteri luar negeri, jadi pada saat kemarin saya sudah (mengucapkan selamat)," ujar Retno di Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Rabu (24/7).
Menurut dia, Jokowi berencana menyampaikan ucapan selamat kepada Johnson hari ini. Kendati begitu, dia belum mengetahui apakah Jokowi akan mengucapkan selamat secara langsung, lewat media sosial, atau melalui sambungan telepon.
"Saya kira hari ini beliau akan keluarkan (pernyataan selamat kepada Boris Johnson)," kata dia.
Hasil jajak pendapat di Parlemen Inggris menunjuk Boris Johnson sebagai calon terkuat untuk menjabat Perdana Menteri Inggris yang baru.
Johnson menang suara sebagai pemimpin Konservatif, mengalahkan Jeremy Hunt dalam pemilihan kepemimpinan partai, demikian sebagaimana dikutip dari The Guardian pada Selasa (23/7).
Mantan wali kota London, yang telah lama digadang untuk memimpin negaranya, memenangkan pemilihan dengan selisih tegas antara 92.153 dan 46.656 suara, atau dengan kata lain sebanyak 66 persen.
Sementara tingkat partisipasinya adalah 87,4 persen di antara 159.320 anggota partai.
Dalam pidato pertamanya --setelah terpilih sebagai PM Inggris-- yang spontan, Boris Johnson mengakui bahwa bahkan beberapa pendukungnya sendiri mungkin "cukup bertanya-tanya apa yang telah mereka lakukan" saat memilihnya.
Dia mengatakan bahwa pada momen penting dalam sejarah, partainya harus menunjukkan "kemampuan untuk menyeimbangkan naluri yang bersaing, mengawinkan keinginan untuk mempertahankan hubungan dekat dengan Uni Eropa, dan keinginan untuk pemerintahan sendiri yang demokratis di negara ini".
Boris Johnson berseru kepada hadirin yang terdiri dari para menteri dan staf partai tentang mantra kampanyenya: "Wujudkan Brexit, satukan negara dan kalahkan Jeremy Corbyn (pemimpin Partai Buruh)."
Reporter: Lizsa Egeham
