Mantan raja Spanyol Juan Carlos dilaporkan pergi dari negaranya ke Uni Emirat Arab di tengah penyelidikan kasus korupsi.
Sebuah foto yang diterbitkan oleh grup media Spanyol NIUS tampaknya menunjukkan mantan raja itu tiba di Abu Dhabi, demikian seperti dikutip dari BBC, Minggu (9/8).
Juan Carlos membuat pengumuman mengejutkan pada Senin 3 Agustus 2020 bahwa dia akan meninggalkan Spanyol.
Mantan raja itu menyangkal melakukan kesalahan dan mengatakan dia akan bersedia memenuhi pemeriksaan jaksa.
Kepergiannya telah memicu perdebatan besar di Spanyol tentang monarki dan spekulasi intens tentang ke mana mantan raja itu pergi.
Laporan setempat mengatakan dia telah melakukan perjalanan ke Republik Dominika di Karibia atau ke tetangga Spanyol, Portugal.
Advertisement
Tetapi sekarang ada laporan bahwa Juan Carlos menempati seluruh lantai di hotel bintang lima Emirates Palace di Abu Dhabi. Mantan raja itu dikabarkan dekat dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed al-Nahyan.
Namun lokasinya masih belum dikonfirmasi. Keluarga kerajaan dan pemerintah Spanyol sejauh ini menolak berkomentar tentang keberadaannya.
Juan Carlos turun tahta pada 2014 setelah hampir 40 tahun berkuasa dan menyerahkan kekuasaan kepada putranya Felipe.
Keputusannya untuk menyerahkan takhta datang setelah penyelidikan korupsi yang melibatkan suami putrinya dan perjalanan berburu gajah kontroversial yang dilakukan raja selama krisis keuangan Spanyol.
Namun kontroversi tidak berhenti sampai di situ. Pada bulan Juni 2020, Mahkamah Agung Spanyol meluncurkan penyelidikan atas dugaan keterlibatan Juan Carlos dalam kontrak kereta api berkecepatan tinggi di Arab Saudi, setelah mantan raja tersebut kehilangan kekebalannya dari penuntutan setelah pengunduran dirinya.
Advertisement
Pada 3 Agustus, Juan Carlos mengumumkan bahwa dia sekarang meninggalkan negara asalnya dalam sebuah surat kepada putranya.
"Dipandu oleh keyakinan untuk melayani rakyat Spanyol, lembaga-lembaganya, dan Anda sebagai raja dengan sebaik-baiknya, saya memberi tahu Anda tentang keputusan saya saat ini untuk meninggalkan Spanyol," tulisnya.
Dia mengatakan bahwa dia membuat keputusan "dalam menghadapi dampak publik yang ditimbulkan oleh peristiwa masa lalu tertentu dalam kehidupan pribadi saya" dan dengan harapan mengizinkan putranya menjalankan fungsinya sebagai raja Spanyol dengan "ketenangan".
Sebuah pernyataan mengatakan Raja Felipe VI telah menyampaikan "rasa hormat dan terima kasih yang tulus" kepada ayahnya atas keputusan ini.
Kepergian tersebut telah memicu perdebatan baru tentang peran kerajaan Spanyol dan tuduhan korupsi terhadap Juan Carlos.
Parlemen Catalonia --yang dikuasai oleh partai-partai separatis yang ingin merdeka dari Spanyol-- memberikan suara dalam mosi tidak mengikat pada Jumat 7 Agustus 2020 untuk mengutuk monarki setelah kepergian mantan raja.
"Baik orang Spanyol maupun Catalan tidak pantas menerima skandal yang begitu keras dan konyol dalam skala internasional," kata presiden regional Quim Torra kepada anggota parlemen.
Reporter: Hariz Barak
Sumber: Liputan6.com
