Minneapolis menjadi kota pertama di Amerika Serikat yang mengizinkan azan berkumandang lima kali waktu salat dalam sehari.
Sebelumnya kota ini hanya membolehkan azan dikumandangkan tiga kali sehari tapi kini aturan itu berubah.
"Di Minneapolis, gangguan suara tidak dibolehkan sejak sebelum pukul 7.00 atau setelah pukul 22.00. Kini aturan itu berubah," ujarjaylani Hussein, direktur eksekutif Dewan Hubungan Islam-Amerika Minnesota, kepada the New Arab.
Kota Minneapolis menyusul Peterson di Negara Bagian New Jersey dan Hamtramck di Negara Bagian Michigan yang membolehkan masjid mengumandangkan azan lima kali sehari.
Kamis lalu dewan kota Minneapolis menggelar pemungutan suara untuk mengubah aturan azan sebelumnya yang hanya tiga kali.
Advertisement
Somalia
Sejauh ini ada empat masjid yang akan memberlakukan kumandang azan lima kali sehari. Minneapolis adalah kota yang paling banyak menampung warga imigran Somalia di AS. Mereka rutin datang ke masjid dan kini akan mendengar kumandang azan sebanyak lima kali sehari seperti di sebagian besar negara muslim lainnya.
"Ini sungguh luar biasa bagi komunitas kami. Ini kemenangan besar bagi kebebasan beragama," kata Hussein.
"Bagi generasi yang akan datang mereka kini bisa merasakan melakukan ibadah secara penuh sesuai keyakinan tanpa harus merasa bersalah," kata dia.
"Warga muslim kini tidak perlu lagi keluar AS untuk mendengarkan kumandang azan. Ini sangat berarti bagi muslim."
Hussein berharap kota lainnya mengikuti Minneapolis, termasuk kota terdekat Saint Paul.
Sementara itu di Astoria, kawasan Kota New York, azan juga dibolehkan berkumandang selama bulan suci Ramadan tahun ini.
