Disco Ayala, saat sarang pembunuh sadis disulap jadi nightclub

Klub disko ini berada di dalam sebuah gua natural yang dulunya tempat persembunyian seorang pembunuh berantai terkenal.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
Disco Ayala, saat sarang pembunuh sadis disulap jadi nightclub
Disco Ayala, Kuba. ©www.zunitravel.it

Disco Ayala yang ada di Hotel Las Cuevas di Trinidad, Kuba jelas bukan jenis nightclub yang bisa kamu temui di kota-kota besar. Pasalnya klub disko ini berada di dalam sebuah gua natural yang dulunya tempat persembunyian seorang pembunuh berantai terkenal.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Disco Ayala, Kuba ©Alain Sojourner

Klub dengan desain interior paling unik di bumi ini mencoba memadukan musik modern dan akrobat dengan interior yang unik. Dilansir Listverse, gua stalaktit yang difungsikan sebagai klub malam ini bisa menampung hingga 5.000 orang. Klub disko terdiri tiga bar dan lima lantai dansa yang terbuat dari marmer.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Disco Ayala, Kuba ©Alain Sojourner
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Disco Ayala, Kuba ©Alain Sojourner
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Disco Ayala, Kuba ©Alain Sojourner

Dilansir Oddity Central, Ayala buka tujuh hari dalam seminggu. Tempat ini benar-benar hidup begitu tengah malam tiba. Di bawah sorotan lampu-lampu yang semarak, Ayala dimeriahkan oleh musik latin dan berbagai pertunjukan, antara lain pertunjukan ular, aksi memakan pecahan gelas, akrobat, dan berjalan di atas api.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Disco Ayala, Kuba ©Alain Sojourner

Nama Ayala berasal dari Carlos 'Coco' Ayala, seorang pembunuh berantai terkenal di Kuba. Bukti sejarah menunjukkan bahwa gua tersebut pernah menjadi tempat persembunyian Coco Ayala pada akhir abad 19. Konon Coco suka menculik anak-anak dan membunuh mereka di dalam gua.Aksi Coco baru berakhir ketika penduduk setempat menangkap dan memenggal kepalanya. Sekarang namanya menjadi bagian dari urban legend semata.

Rekomendasi