Menyisir hutan Tanjung Puting

Berwisata sambil ikut andil dalam konservasi orang utan? Bisa dilakukan di Tanjung Puting

Iwan Tantomi
Oleh Iwan Tantomi - Reporter
Menyisir hutan Tanjung Puting
Menyisir Hutan Tanjung Puting ©flickr.com/Rómulo Rejón

Nama Tanjung Puting belakangan mulai banyak dikenal di kalangan para wisatawan. Terlebih dengan menggiatnya para wisatawanyang rajin mengunggah foto perjalanan mereka. Hal tersebut membuat satu per satu orang yang melihatnya juga tertarik untuk pergi berkunjung, salah satunya ke Tanjung Puting.

Ada Apa di Tanjung Puting?

Sumber foto: www.flickr.com/PJ Pantelis

Bicara tentang Tanjung Puting pasti tak akan jauh dari orang utan. Selain Sumatera, habitat asli orang utan ada di Kalimantan. Tepat di Taman Nasional Tanjung Puting inilah bagaimana orang utan liar hidup secara bebas di hutan bisa diamati langsung. Guna melestarikan ekosistem terakhir orang utan di dunia, UNESCO menjadikan Tanjung Puting sebagai salah satu kawasan mega biodiversitas dunia.

Menuju Tanjung Puting

Tanjung Puting masuk wilayah kecamatan Kumai, kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Dari Jakarta, wisatawan dapat mengambil rute penerbangan menuju Bandara Iskandar Pangkalan Bun menggunakan maskapai Trigana Air. Harganya relatif terjangku, yaitu mulai Rp 1.532.000,- untuk pulang-pergi. Jika ingin harga tiket yang lebih kompetitif, bisa memilih rute Jakarta-Palangkaraya sebesar Rp 963.200,-. Bisa juga memilih rute Jakarta-Banjarmasin sebesar Rp 985.000,-.

Perjalanan dilanjutkan menggunakan bus dari Banjarmasin menuju Palangkaraya. Baru dari Palangkaraya dapat berlanjut ke Pangkalan Bun. Tarif bus ekonomi sekitar Rp 90.000,- atau bisa lebih murah, sedangkan bus eksekutif ditarif mulai Rp 120.000,-. Jika pesawat langsung menuju Pangkalan Bun, perjalanan bisa dilanjutkan menuju Kumai menggunakan taksi dengan tarif sekitar Rp 160.000,- atau ojek mulai tarif Rp 25.000,- hingga Rp 40.000,-. Ingin lebih hemat lagi? Bisa naik angkot seharga Rp 5000,-.

Nikmati Kelotok di Tanjung Puting

Sumber foto: www.flickr.com/GA Photography

Setibanya di Tanjung Puting transportasi berganti di air menggunakan kapal berukuran sedang. Masyarakat sekitar sering menyebutnya sebagai kelotok. Kendaraan air ini bakal menjadi ‘hotel’ sementara selama plesir di Tanjung Puting. Betapa tidak, semua aktivitas sehari-hari mulai makan, tidur hingga mandi, semuanya dilakukan di atas kelotok.

Hal ini karena Tanjung Puting merupakan kawasan konservasi. Dan sebagaimana sebuah taman nasional tidak diperkenankan membangun bangunan di dalamnya. Namun, jangan salah, meski hanya sebuah kapal, fasilitas kelotok untuk wisatawan cukup lengkap. Mulai kasur, meja makan, bahkan toiletnya pun dilengkapi shower. Jika menyewa sendiri tarifnya relatif mahal. Per hari bisa dikenai tarif Rp 1.250.000,- hingga Rp 2.000.000,-. Maka dari itu, salah satu cara menghematnya dengan mencari banyak teman untuk menyewa kelotok bersama-sama.

Selain itu, kelotok perlu dipesan jauh-jauh hari, sebab saat musim liburan 50 buah kelotok yang disewakan di Tanjung Puting akan berangkat semua. Setibanya di Kumai, jangan lupa membeli tiket masuk ke Taman Nasional Tanjung Puting. Termasuk biaya penggunaan kamera, dikenakan tarif di sini. Pintu masuk Tanjung Puting di mulai dari Sungai Kumai, menyusuri Sungai Sekoyer dan berakhir di Sungai Lakey.

Sisir Hutan dan Jumpai Langsung Orang utan

Sumber foto: www.flickr.com/italo&ana

Sebagai kawasan hutan belantara sekaligus tempat konservasi, Tanjung Puting diprioritaskan keamanannya. Demikian pula dengan keselamatan wisatawan. Supaya lebih efektif, selalu ikuti arahan guide dari taman nasional. Wisatawan dapat mulai trekking menyusuri hutan menuju camp utama untuk melihat orang utan, seperti Camp Tanjung Harapan, Pondok Tinggi dan Camp Lakey.

Pentingnya pendampingan guide di sini, wisatawan jadi bisa bertemu orang utan saat jam makannya. Selain waktu makan, orang utan akan balik beraktivitas di habitat liarnya, sehingga cukup sulit melihat dari dekat. Sementara untuk membeli suvenir bisa dilakukan di Tanjung Harapan. Jangan lupa untuk membawa losion anti-nyamuk, karena bagaimanapun wisatawan sedang berada di dalam hutan.

Apabila wisatawan tak ingin terlalu repot menempuh perjalanan jauh dengan bergonta ganti kendaraan, bisa mengambil paket trip gabungan di Taman Nasional Tanjung Puting. Cukup dengan biaya Rp 1.950.000,- per orang. Paket liburan tersebut sudah termasuk biaya kelotok fasilitas lengkap, konsumsi tiga kali sehari, guide berpengalaman, tiket masuk taman nasional, biaya dokumentasi, koki berpengalaman hingga donasi untuk pelestarian orang utan.

Tunggu apalagi, segera atur jadwal untuk menikmati wisata konservatif di Tanjung Puting, tempat konservasi orang utan terbesar di dunia.

Rekomendasi