Upaya Pemda Jadikan Cirebon sebagai Smart City Semakin Dekat

Smartcity yang digadang-gadangkan oleh Pemkot Cirebon sejak tahun 2018 yang lalu, perlahan sudah mulai terwujud. Konsep itu diharapkan bisa sepenuhnya diaplikasikan tahun 2028 mendatang.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Upaya Pemda Jadikan Cirebon sebagai Smart City Semakin Dekat
Smart City Pemda Cirebon. ©2020 Merdeka.com/Pemda Cirebon

Merdeka.com - Pekan lalu Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Daerah Jawa Barat berkunjung ke Command Center Mini, Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Jumat (07/02/2020).

Kunjungan tersebut merupakan upaya pemantapan Program Jabar Digital Service yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat Cirebon dalam mengakses seluruh pelayanan di pemerintahan. Baik itu pelayanan di tingkat kota atau kabupaten.

Hal tersebut diungkapkan oleh Andy Garna, Tenaga Ahli Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat yang menyebut integrasi antar Pemerintah Daerah (Pemda) akan memudahkan penanganan masalah, terutama bencana.

“Jika seluruh Command Center di seluruh Pemda sudah terintegrasi, maka akan memudahkan penangan masalah salah satunya adalah Bencana” ujar dia, dilansir laman resmi Pemkot Cirebon.

Cirebon Jadi Kota Percontohan Pertama

Masih dari laman resmi Pemkot Cirebon, Command Center merupakan layanan cepat tanggap 112. Layanan ini bisa diakses oleh seluruh warga Kota Cirebon maupun Kabupaten Cirebon.

Senada, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statisik (DKIS) Kota Cirebon, Iing Daiman, mengungkapkan bahwa Command Center 112 bisa difungsikan sebagai media pusat dari berbagai informasi sesuai kebutuhan masyarakat.

Di sini juga disediakan berbagai informasi di antaranya informasi Pembayaran Pajak, Antrian Rumah Sakit Gunung Jati, Poskamling, e-Puskesmas, Jaringan Perangkat Online, CCTV di Ruang Pelayanan Publik termasuk CCTV dari berbagai kondisi jalan di sejumlah titik di Kota Cirebon, pungkas Iing.

Misi Cirebon Smart City

Program Smart City yang digadang Pemda Cirebon ini merujuk pada visi dan misi konsep Smart City yang telah direncanakan. Ada enam visi yang dicantumkan lewat laman resmi Smart City Kota Cirebon:

  • Mewujudkan tata kelola dan tata pamong pemerintahan daerah yang efektif, efisien dan komunikatif;
  • Meningkatkan daya saing daerah dalam lingkup lokal, nasional maupun internasional;
  • Mewujudkan ekosistem yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat;
  • Mewujudkan lingkungan tempat tinggal yang layak tinggal, nyaman dan efisien;
  • Mewujudkan ekosistem sosio-teknis masyarakat yang humanis dan dinamis; dan
  • Mewujudkan tata kelola lingkungan hidup yang baik dan berkelanjutan.

Layanan e-PBB & e-BPHTB Pemkot Cirebon Diminati Daerah Lain

Salah satu layanan Smart City dari DKIS, yang juga dikembangkan Pemda Kota Cirebon ialah Aplikasi e-PBB dan e-BPHTB. Aplikasi layanan ini ternyata juga diminati oleh daerah lain.

Melansir dari smartcity.cirebonkota.go.id, ada dua kota yang berminat untuk menerapkan Layanan Smart City tersebut. Ialah Pemda Kota Waringin dan Pemda Kabupaten Bangka. Dua instansi pemerintah ini juga telah menandatangani MoU dengan Pemda Kota Cirebon 2019 lalu.Menurut Pemda setempat, aplikasi tersebut dianggap mampu menjembatani kesenjangan perolehan Pajak Bumi dan Bangun (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) akibat tingginya selisih nilai jual tanah di Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dengan harga pasaran.

Rekomendasi