Modus kejahatan di Anjungan Tunai Mandiri atau ATM makin hari kian bervariasi. Seperti yang dialami Muhammad Yasin di sebuah gerai ATM SPBU, kawasan Cemplang, Cilendek, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor Senin (10/8) lalu. Tepatnya sekitar pukul 11.00 WIB siang, Yasin pergi ke ATM.
Selama di ATM, Yasin gagal bertransaksi dan mengalami kesulitan memasukkan kartu ATM miliknya. Tanpa menaruh curiga, Yasin menerima tawaran seseorang untuk membantunya. Dan, ternyata itu adalah modus baru pembobolan ATM.
Pria yang menawarkan bantuan pada Yasin, menukar kartu ATM miliknya dengan sengaja. Karena kejadian itu, Yasin kehilangan tabungan ratusan juta rupiah yang ada di rekening. Begini kronologinya:
Advertisement
Kronologi Kejadian
Kejadian bermula saat Yasin melakukan transaksi di ATM dan mengalami kesulitan. Tiba-tiba ada seseorang menawarkan bantuan untuk membantu Yasin. Saat korban lengah, terduga pelaku meminta pin dan menukar kartu ATM.
"Kartu bisa masuk ke slot mesin tapi tidak bisa menarik uang karena memang kartunya sudah ditukar oleh pelaku," kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser, Senin (10/8/2020), dilansir dari Liputan6.com.
Advertisement
Kartu ATM Ditukar
Usai berhasil menukar kartu dan mendapatkan nomor PIN, komplotan pelaku kemudian pergi meninggalkan lokasi. Sementara korban yang sedang butuh uang tunai, pergi ke gerai ATM di kawasan Yasmin.
"Di sana juga tidak bisa menarik uang karena kartunya itu sudah ditukar oleh pelaku tadi," paparnya.
Advertisement
Menguras Tabungan Korban
Dari aksi penukaran kartu ATM itu, pelaku berhasil menguras isi tabungan Yasin. Korban, dalam kasus ini adalah Muhammad Yasin, baru menyadari telah menjadi korban pembobolan ATM, setelah pergi ke bank untuk menanyakan masalah tarik tunai.
Petugas bank mengatakan, kartu ATM yang dibawa Yasin bukan miliknya. Kartu ATM yang dibawa Yasin milik seseorang atas nama Rully. Dari sinilah, Yasin baru menyadari ada yang janggal.
Advertisement
Isi Tabungan Dikuras
Dari kejadian tersebut, tabungan senilai Rp115 juta milik korban terkuras dan hanya menyisakan uang sebesar Rp3.5 juta saja. Dari kejadian itu, petugas kepolisian masih terus mendalami modus baru ini.
"Begitu juga setelah dicek rekeningnya, saldonya berkurang Rp 115.000.000 dan disisakan hanya Rp 3.551.000," ujar Hendri.
Advertisement
Menggunakan Sebatang Korek Api
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Firman Taufik memaparkan, aksi pembobolan ini dilakukan berkelompok, sebanyak enam orang.
Keenam orang tersebut memiliki peran masing-masing. Ada yang bertugas mengintai, menghalangi orang masuk, dan ada yang bertugas memasukkan sebatang korek api ke slot mesin ATM.
Sebatang korek api dapat menghalangi kartu ATM masuk ke mesin dan menghambat transaksi. Di kesempatan itulah, pelaku beraksi memperdaya korban dengan menawarkan bantuan.
"Ketika ada nasabah mau narik uang, satu pelaku yang sudah ada di gerai buru-buru memasukkan sebatang korek api ke dalam slot mesin ATM," kata AKP Firman Taufik.
Advertisement
Memilih ATM Secara Acak
Dalam melakukan aksinya, komplotan pelaku memilih ATM secara acak. Polisi menyebut, ada kemungkinan komplotan ini sudah melakukan aksi kejahatannya di beberapa wilayah.
"Para pelaku memilih mesin ATM secara acak. Kemungkinan mereka sudah menjalankan aksinya di beberapa daerah lainnya juga," pungkas Firman.
