Menjalani pekerjaan sebagai seorang petani nampaknya masih belum banyak diminati oleh kalangan anak muda di Indonesia. Mereka menganggap petani bukanlah sebuah profesi yang menjanjikan sehingga lebih memilih bekerja di bidang lain.
Namun hal berbeda dirasakan oleh Nana Maulana. Petani muda asal Desa Seda, Kecamatan Mandirancan, Puspasari, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat ini memilih bekerja di sawah ketimbang melanjutkan pekerjaan lamanya sebagai mekanik perbaikan kendaraan.
Dikutip dari Youtube Agro TV Indonesia, Nana mengungkapkan bahwa dirinya memutuskan banting setir menjadi petani lantaran tak ada lagi anak muda di desanya yang melakukan pekerjaan mulia tersebut.
“Dulu saya kerja kontraknya enam bulan, terus perpanjangan cuman dua bulanan lah kuatnya. Biasanya ngerjain mesin-mesin mobil, terus servis mobil, tune up yang turun mesin, kaki kaki. Saya mendalami ini kepengennya nerusin generasi muda petani, soalnya kan jasa yang paling besar itu petani,” kata Nana.
Advertisement
Merasa Resah Tak Ada yang Meneruskan
Nana mengungkapkan jika dirinya ingin meneruskan pekerjaan orang tuanya yang juga petani. Ia mengaku resah jika anak-anak muda tak ada yang menjadi petani, maka nantinya orang-orang akan kesulitan untuk mendapatkan makanan.
“Kalo gak ada petani kita bisa apa, makan apa. Memutuskannya itu ya saya mikir gitu, bapak saya tani, masa saya ga bisa gitu loh,” jelasnya.
Advertisement
Mengajak Pemuda Desa Menjadi Petani
Ia juga berharap para pemuda desa lainnya bisa bersama-sama membangun pertanian di desanya. Bahkan tak lupa Nana juga mengajak pemuda di Desa Seda yang masih merantau agar segera pulang kampung untuk memajukan budidaya sayur dan buah di desanya.
"Temen temen pengennya mah pada terjun gitu loh yang muda muda terjun ke pertanian, soalnya kan di Desa Seda lah kebanyakan itu pemudanya ngerantau. Jadi saya mah pengennya petani petani muda itu ada lagi, penerus generasi petani ada lagi,” lanjutnya.
Advertisement
Berharap Memiliki Lahan Sendiri
Nana juga mengungkapkan harapannya untuk bisa memiliki lahan pertanian sendiri untuk bisa memajukan pertanian di desanya.
“Ya targetnya itu di tahun 2022 bisa punya lahan satu hektarean lah,” pungkasnya.
