Tembok kampus roboh timpa empat rumah

Tembok tidak dapat menahan arus air di gorong-gorong yang berada di bawah ruang Sekretariat Pasca Sarjana.

Laurel Benny Saron Silalahi
Tembok kampus roboh timpa empat rumah
tembok warga jebol. PulseFeed/laurel benny

Pagar tembok milik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pengembangan Bisnis Manajemen (STIE PBM) di Jalan Dewi Sartika Raya no 4 E-F, Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur ambruk dan menimpa empat rumah milik warga.Rumah yang berada  di RT 11/7 Jalan Cililitan Kecil nomor 9, 10a, 10b, dan 11 ini posisinya berada tepat di bawah bangunan berbentuk ruko tersebut.Wakil ketua Pasca Sarjana STIE PBM mengatakan tembok setinggi dada orang dewasa ini rubuh dikarenakan tidak dapat menahan arus air di gorong-gorong yang berada di bawah ruang Sekretariat Pasca Sarjana."Kejadianya kemarin siang sekitar jam 2 siang kemarin, saat itu, saya lagi di atas, staf saya ada dibawah teriak-teriak, pas saya datang air sudah meluap dari penutup gorong-gorong ada di ruangan sini," kata Masduki saat ditemui PulseFeed di lokasi kejadian, Kamis (31/5).Menurut Masduki, gorong-gorong sudah ada sejak zaman Belanda itu mempertemukan tiga aliran air, yakni aliran air dari Hek Kramat Jati, Cililitan dan Dewi Sartika.Ditambahkan Masduki, ada lima gorong-gorong saluran air mengalirkan air, namun empat gorong-gorong lainnya telah ditutup. Bahkan, sarangan untuk menyaring sampah telah dicabut. Akibatnya, gorong-gorong di bawah alirannya cukup deras, dan tersumbat oleh sampah."Sarangannya di jalan dicopot. Tidak tahu kenapa. Padahal itu antisipasi supaya di sini tidak tersumbat. Air terus menyembur, merubuhkan pembatas ruangan berupa kaca dan terus mendorong pagar pembatas bangunan hingga rubuh ke bawah, ke rumah warga," kata Masduki.Masduki menjelaskan,  kerugian material akibat kejadian ini mencapai  puluhan juta rupiah. Namun, data-data milik kampus yang berada di atas meja dan komputer di ruangan tersebut berhasil diselamatkan."Kalau dilihat kerugiannya bisa mencapai puluhan juta ini, sukurnya dokumen-dokumen penting dan data-data kampus bisa diselamatkan," jelas dia.

Rekomendasi