Sebagai antisipasi maraknya perampokan minimarket 24 jam di Jakarta, Polda Metro Jaya akan menggelar uji coba tombol panik. Uji coba awal akan dilakukan di wilayah Jakarta Utara. Kapolres Jakarta Utara Kombes M Iqbal menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan berbagai alat untuk menunjang pemasangan panic button."Kami sudah menyiapkan alatnya, semuanya sudah siap dalam melakukan persiapan tersebut melibatkan beberapa pengusaha minimarket dan bank," ujar Iqbal saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/6).Iqbal menjelaskan, mekanisme alat itu sebuah tombol yang di pasang dimasing-masing toko akan terhubung dengan Polsek dan Polres. Sehingga, bila memang ada insiden atau perampokan karyawan tinggal memencet tombol panik. "Jadi nanti akan ada alarm yang berbunyi berupa kode di Polsek dan Polres. Dari alarm ini juga akan diketahui alamat dari minimarket atau bank yang sedang mengalami masalah," imbuhnya.Dengan tombol panik ini diharapkan bisa menekan angka perampokan yang sering terjadi terhadap bank dan minimarket. "Dengan ini, kami juga menyiapkan tim yang akan langsung berangkat ke lokasi bila alarm berbunyi. Sehingga penanganan bisa lebih cepat bahkan bisa menangkap pelaku," tegasnya. Bila memang ada minimarket yang ingin dipasangi tombol panik, tinggal datang ke Polres Jakarta Utara dan mendaftarkannya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menegaskan, uji coba akan dilakukan pada pekan depan dengan melibatkan Aprindo. "Uji coba dilakukan di kawasan Pademangan, Jakarta Utara," katanya. Menurutnya, uji coba ini untuk melihat kecepatan polisi untuk datang ke TKP serta berfungsi atau tidaknya tombol panik tersebut. Diharapkan, dengan adanya ini bisa mengurangi angka kejahatan khususnya perampokan bank dan minimarket.
Bisakah tombol panik halau perampok minimarket?
Sebagai antisipasi maraknya perampokan minimarket 24 jam, Polda Metro Jaya akan menggelar uji coba tombol panik.
Advertisement
Rekomendasi
