Jokowi menang karena personal, bukan partai

Perolehan suara Jokowi-Ahok berdasarkan Jaringan Suara Indonesia (JSI) mencapai 42,02 persen dengan total suara 47.904.

Putri Artika R
Oleh Putri Artika R - Reporter
Jokowi menang karena personal, bukan partai
jokowi . Merdeka.com/Arie Basuki

Calon gubernur Joko Widodo bersama cawagub Basuki Tjahja Purnama dipastikan akan maju di putaran kedua Pilgub DKI. Dari hasil analisa Jaringan Suara Indonesia (JSI), pasangan ini berhasil mengungguli lawan-lawannya karena secara personal, sosok wali kota Solo itu lebih menjual."Soal kemenangan Jokowi-Ahok, karena pengaruh faktor personal. Sisi personal lebih mendukung ketimbang partai atau yang lain-lainnya," kata Direktur Eksekutif JSI, Widdi Aswindi di sela-sela proses penghitungan cepat yang dilakukan di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (11/7).Proses perhitungan suara versi JSI sudah mencapai 99 persen. Jumlah tersebut berasal dari 396 tempat pemungutan suara (TPS) dengan total suara 114.011 dengan jumlah warga yang tidak memilih mencapai 61,85 persen. "Partisipasi warga pada putaran pertama masih sangat kurang. Tapi untuk perhitungan ini, sampling erornya hanya 1 persen jadi cukup akurat," tambahnya.Berikut hasil perolehan suara enam pasang cagub-cawagub DKI Jakarta versi JSI:1. Foke-Nara mendapatkan 34,34 persen. Dengan total suara 39.152

2. Hendardji-Riza mendapatkan  1,88 persen. Dengan total suara 2.148

3. Jokowi-Ahok mendapatkan 42,02 persen. Dengan total suara 47.904

4. Hidayat-Didik mendapatkan  11,37 persen. Dengan total suara 12.968

5. Faisal-Biem mendapatkan 5,17 persen. Dengan total suara 5.900

6. Alex-Nono mendapatkan 5,21 persen. Dengan total suara 5.939

Rekomendasi