Dalam sehari, pertumbuhan kendaraan di Jakarta mencapai 6.000 unit. Kondisi ini mengharuskan kebijakan motor dilarang lewat HI tak bisa ditawar lagi. Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Bakharuddin Muhammad Syah, menjelaskan aturan harus dilakukan karena keadaan jalanan di Jakarta sudah sangat kritis."Pertumbuhan kendaraan satu hari 6.000. Itu yang baru. Belum kendaraan pelat luar kota yang dibeli orang Jakarta. Di bawa ke sini. Terus tiap hari kenaikan dari daerah penyangga dari Detabek itu semuanya masuk ke Jakarta. Aktivitas di Jakarta. Itu juga bikin ramai. Sehingga tidak efektif waktunya," ujarnya kepada wartawan, Rabu (10/12).Bakharuddin menambahkan, kritisnya ruas jalanan di Jakarta juga membawa banyak buruk bagi setiap individu. Antara lain, waktu produktif yang terbuang di jalan, menguapnya BBM dengan percuma sehingga udara menjadi kotor, stress, dan menurunnya kesehatan."Ini adalah langkah pertama. Kita menyetarakan. Sekarang lihat negara-negara lain itu. Ketersediaan jalan di negara lain adalah 16 sampai 18 persen. Jakarta kan hanya 6 persen. Terus sekarang lihat pertumbuhan kendaraan sampai 13 persen. Sementara pertumbuhan jalan hanya 0.01 persen. Sekarang segitu tiap hari kita nanem pohon gak untuk menyeimbangkan CO2 tersebut? Langkah yang paling mujarab adalah pembatasan daripada kendaraan," pungkasnya.
Jalanan Jakarta krisis, motor dilarang lewat HI harus diterapkan
"Ketersediaan jalan di negara lain 16 sampai 18 persen. Jakarta kan hanya 6 persen."
Advertisement
Rekomendasi
