Ahok digencet artis hingga ahli hukum Tata Negara di Pilgub DKI

Ahok sendiri menanggapi santai banyaknya orang yang mencalonkan dirinya menghadapi dirinya pada Pilgub nanti.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ahok digencet artis hingga ahli hukum Tata Negara di Pilgub DKI
Ahok bersaksi di sidang korupsi UPS. ©2016 PulseFeed/muhammad luthfi rahman

Setahun jelang pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang aroma pertarungan partai politik semakin kencang. Mereka masing-masing telah mempersiapkan jagoan untuk menghadapi gubernur petahana; Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.Salah satunya Partai Amanat Nasional (PAN). Untuk Pilgub 2017 mendatang, PAN mempertimbangkan mengusung kadernya yang berlatar belakang artis. Dua nama yang disebut adalah Desi Ratnasari dan Eko Patrio."Iya sudah ada nama Eko Patrio dan Desi Ratnasari dalam diskusi. Mereka juga kami anggap siap. Tapi tidak menampik untuk calon lainnya jika ada," kata Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais di Kantor DPP PAN Jakarta, Minggu (31/1).Dia mengatakan, memang PAN berencana mengusung kader partainya sendiri untuk bertarung dalam Pilgub DKI Jakarta. Meski begitu, Hanafi mengaku partainya terbuka mengusung calon yang bukan kader PAN. "Ada Ridwan Kamil, Tantowi Yahya, Ahok, Ganjar Pranowo, Sandiaga Uno, atau Bu Risma. Itu kami amati perkembangannya," ujar Hanafi.

Sementara itu, partai yang menguasai kursi di DPRD DKI, Gerindra tengah mempertimbangkan beberapa nama calon Gubernur DKI Jakarta dari internal. Mereka adalah Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Sandiaga Uno, Ketua DPP Gerindra M Taufik, Ketua DPP Gerindra Sanusi, dan Ketua DPP Gerindra Bien Benyamin. Selain itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Sekda DKI Jakata Saefullah dan mantan menteri pertahanan Sjafril Sjamsoedin. Namun dari sekian nama itu, Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno belakangan paling santer diberitakan bakal diusung Gerindra untuk melawan Ahok.Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto pemberi restu atau sosok yang menetapkan calon Gubernur DKI Jakarta 2017 yang akan diusung partainya. Prabowo menegaskan, sesungguhnya yang menetapkan bakal calon Gubernur DKI dari Gerindra adalah masyarakat."Restu dari rakyat, rakyat yang kasih restu, bukan saya," kata Prabowo usai syukuran HUT Gerindra ke-8 di Kantor DPP Gerindra, Jakarta, Sabtu (6/2).Kepada PulseFeed, Sandi begitu Sandiaga Uno dipanggil mengatakan, jika dirinya memang diminta Prabowo untuk ikut partisipasi dalam politik. Dia pun menegaskan jika untuk maju dalam Pilkada tentunya ada pertimbangan dari partai. "Yang benar Pak Prabowo meminta saya untuk ikut berpartisipasi di politik," ujar Sandiaga.

Berbeda dengan Sandiaga Uno, Ridwan Kamil mengaku tengah mempertimbangkan kabar yang menyebut dirinya akan ikut bursa pencalonan Pilgub DKI 2017 mendatang. Saat ini, pria yang kerap dipanggil Kang Emil ini mengaku sedang beristikharah untuk mengambil keputusan."Menjawab pertanyaan tadi, saya saat ini sedang istikharah," kata Emil dalam sambutannya di hadapan seratusan kader di Kantor DPC Gerindra Kota Bandung, Jalan Kliningan, Sabtu (6/2).Yang terbaru, Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra dikabarkan bakal maju sebagai calon gubernur di Pilgub DKI 2017. Bahkan, saat ini ia klaim telah mengantongi sebanyak 1 juta tanda tangan dari pendukungnya."Kita ikuti perkembangannya walaupun kita tahu bahwa kita kan dulu mau maju mencalonkan presiden tapi kalau rakyat mau Pilkada DKI, maju saja ke Pilkada DKI. Baru mau maju ke Pemilu presiden," kata Yusril di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (6/2).Strategi ini, kata Yusril, seperti dilakukan Presiden Joko Widodo alias Jokowi sebelum duduk di kursi RI 1. Maka dari itu, sebelum maju sebagai calon presiden, Yusril bakal menaklukkan ibu kota dan melawan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok."Makanya kata jawara Banten bilang ente kalau mau bertarung lawan Jokowi harus ngelangkahin mayatnya (mengalahkan di Pilkada) Ahok dulu," ujarnya.

Ahok sendiri menanggapi santai beberapa nama yang digadang-gadang bakal maju dalam Pilgub DKI menghadapi dirinya. Bahkan Ahok sesumbar semakin banyak yang mencalonkan diri Pilgub 2017 nanti semakin bagus.Bagi Ahok, yang terpenting saat ini adalah bagaimana bekerja dengan maksimal. Jika bekerja baik, menurut dia, secara otomatis dukungan warga DKI Jakarta akan mengalir kepadanya."Kamu fokus kerja saja, jadi kalau ada orang bisa lebih baik daripada kamu programnya, dia terpilih, yang untung orang Jakarta. Kamu cuma cukup fokus kerja saja baik-baik enggak usah terlalu ini," tandasnya.

Rekomendasi