Cerita Warga Terjebak Macet Parah Usai Hujan di Jakarta: 3 Kali Lipat Waktu Normal

Sepekan terakhir, hujan deras kerap mengguyur Jakarta. Derasnya hujan tak jarang memunculkan genangan. Kondisi ini membuat kemacetan di banyak ruas jalan tidak bisa terhindarkan. Bahkan kemacetan masih akan saat hujan mulai berhenti.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Cerita Warga Terjebak Macet Parah Usai Hujan di Jakarta: 3 Kali Lipat Waktu Normal
macet. Merdeka.com/Imam Buhori

Intensitas hujan di beberapa wilayah Indonesia mulai meningkat. Termasuk di Jakarta.

Sepekan terakhir, hujan deras kerap mengguyur Jakarta. Biasanya, langit mulai mendung menjelang siang hingga kemudian turun hujan hingga malam hari.

Derasnya hujan tak jarang memunculkan genangan. Kondisi ini membuat kemacetan di banyak ruas jalan tidak bisa terhindarkan. Bahkan kemacetan masih akan saat hujan mulai berhenti.

Sejumlah warga mengungkapkan kekesalannya menghabiskan waktu berjam-jam menembus macet Jakarta untuk sampai ke rumah. Warga Kampung Melayu bercerita, biasanya hanya menghabiskan waktu 30-45 menit untuk sampai ke rumah.

"Aku naik taksi dari Jalan Medan Merdeka Barat ke Kampung Melayu aja sampai dua jam," cerita Dipta kepada PulseFeed, Sabtu (8/10).

Dipta meninggalkan kantornya kira-kira pukul 17 Wib. Biasanya, sebelum Magrib dia sudah tiba di rumah.

"Ini malah Isya baru sampe di rumah," keluhnya.

Sebenarnya, kata Dipta, ruas jalan yang biasanya dilalui menuju rumah memang padat di jam bubaran kantor. Tetapi akibat hujan yang mengguyur, kepadatan kendaraan makin parah.

"Abis hujan itu emang parah banget," katanya.

Cerita macet horor akibat hujan yang belakangan turun sampai malam hari juga dialami Firdaus. Dia terpaksa mengelus dada di dalam mobil saat tak bisa menginjakkan pedal gas secara maksimal sejak masuk Tol Dalam Kota menuju Jagorawi hingga keluar tol mengarah ke Cileungsi.

"Dari Tebet jam 22, sampe rumah 00.30 Wib. Keluar tol baru lengang," katanya.

Padahal biasanya, Firdaus hanya butuh satu jam lebih sedikit untuk sampai ke rumah.

"Parah macetnya."

Seorang warga Cibubur juga harus pasrah. Perjalanan dari Gondangdia menuju Cibubur sama seperti waktu tempuh ke luar kota.

"Teman saya dari Gondang ke Cibubur hampir 5 jam. Dia berangkat jam 19 sampai rumah jam 12 malam," cerita Noe.

Sepekan ini, lalu lintas Jakarta bak neraka. Di pantau lewat aplikasi petunjuk jalan atau maps, mayoritas berwarna merah panjang yang berarti macet parah.

Selain karena genangan, macet juga terjadi karena kendaraan keluar bersamaan. Biasanya, diperparah banyak motor yang berteduh di tepi jalan.

Rekomendasi