David Ozora Amnesia Usai Dianiaya Mario Dandy, Panggil Ayah 'Mas

Menurut Jonathan, amnesia dialami David bahkan hingga tidak mengenalinya sebagai orangtua. David bukan lagi memanggilnya ayah.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
David Ozora Amnesia Usai Dianiaya Mario Dandy, Panggil Ayah 'Mas
Ayah david ozora jadi saksi di sidang mario dandy. ©2023 Liputan6.com/Angga Yuniar

Kekejian Mario Dandy Satriyo (20) yang menganiaya David Cristalino David Ozora (17) menyebabkan sejumlah luka yang cukup parah. David Ozora bahkan sampai mengalami amnesia atau lupa ingatan.

Kondisi David itu diungkapkan sang ayah, Jonathan Latumahina saat bersaksi saksi dalam sidang perkara penganiayaan berat dengan terdakwa Mario Dandy dan Shane Lukas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (13/6).

"Sampai sekarang ingatannya seperti apa" tanya Ketua Hakim Alimin Ribut Sujono di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurut Jonathan, amnesia dialami David bahkan hingga tidak mengenalinya sebagai orangtua. David bukan lagi memanggilnya ayah.

"Paling sederhana manggil saya 'mas'," jawab Jonathan.

Terapi

Hakim Alimin sempat menanyakan terkait dengan David yang sempat bersekolah beberapa waktu lalu.

Hal itu diiyakan Jonathan.

Jonathan menjelaskan bahwa David bersekolah di SMA Pangudi Luhur yang merupakan bagian dari terapi kognitif salah satunya untuk membangun ingatan sang putera. Sekolah itu juga atas saran Doter Tatang yang hingga kini menangani David.

Pihak sekolah pun menyambut kedatangan David yang juga ingin berupaya membantu penyembuhan agar kembali normal dengan beberapa keistimewaan.

"Terapi kognitif atas rekomendasi dokter Tatang supaya dia bisa bersosialisasi dan saya sampaikan ke sekolah, dan sekolah dapat menerima dengan Previlage contoh, David boleh menggunakan kamar mandi guru buat buang air. Karena kalau ke kamar mandi siswa terlalu jauh, kalau pake punya guru kan disebelah kelasnya," ucap dia.

Meskipun David bersekolah, namun dikatakan Jonathan anaknya tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar seperti siswa lain. Bahkan beberapa siswa lain juga merasakan perbedaan David yang sekarang.

Di sisi lain, kader Banser GP Ansor itu menyebut ada sisi baiknya, diantaranya David dapat mengenal teman-teman yang sudah akrab dengannya. Namun Jonathan tidak bisa menjelaskan secara rinci perihal itu.

"Kalau yang akrab dia ingat. Kalau menurut psikolog David ingatannya sudah berangsur kembali nanti biar psikolog yang sampaikan," ujar Jonathan.

Rekomendasi