Pemuda Dikeroyok Diduga Marinir hingga Benjol di Kemang, Ini Kata TNI AL

Viral video seorang pria mengaku dikeroyok sejumlah orang pada tengah malam di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Hal itu terjadi akibat saling salah paham saat berkendara di jalan.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Pemuda Dikeroyok Diduga Marinir hingga Benjol di Kemang, Ini Kata TNI AL
dikeroyok diduga marinir di kemang. ©2023 Merdeka.com/media sosial

Viral video seorang pria mengaku dikeroyok sejumlah orang pada tengah malam di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Hal itu terjadi akibat saling salah paham saat berkendara di jalan.

Pelaku diduga sejumlah orang berdinas di TNI AL. Kejadian ini diunggah oleh akun @rfkhbwzr.

"@_TNIAL_ Izin melaporkan telah terjadi pengeroyokan terhadap diri saya sendiri oleh anggota TNI AL Mako Marinir Cilandak berjumlah 5 orang atau lebih menggunakan senjata knuckle dan pisau lipat. Lokasi kejadian di simpang pertigaan antara Jl. Prapanca Raya dan Jl. Kemang Raya," ujar akun tersebut seperti dikutip PulseFeed, Senin (19/6).

Mendapat informasi tersebut, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Wira Hady menyebut, kejadian tersebut sudah dilaporkan ke TNI AL.

"Kejadian sudah dilaporkan ke TNI AL, untuk update akan kami sampaikan secepatnya," ujar Wira.

Meski sudah dilaporkan, jenderal bintang satu ini mengaku masih menunggu kronologi terkait kejadian tersebut.

"Kami lagi menunggu kronologis kejadian dari Kormar," ucapnya.

Menurut pengakuan korban pemilik akun @rfkhbwzr, kejadian bermula saat dirinya bersama dengan sepupunya beriringan dari arah Wali Kota Jakarta Selatan menuju HAKA Dimsum di Jalan Kemang Selatan.

"Sekitar pukul 02.15 WIB saya dan sepupu beriringan 2 mobil dari arah walkot Jaksel menuju HAKA Dimsum di Jl Kemang Selatan VIII. Saat berada di pertigaan Prapanca Raya dan Kemang Raya kami terhenti lampu merah disana lah melihat 3 orang dengan motor dari arah yang berlawanan," ungkap akun tersebut.

Ketika traffic light menyala hijau, korban bersama rekannya melaju kendaraan. Namun diadang oleh para pelaku yang hendak menuju Kemang Raya.

"Para pelaku tidak terima karena tidak kami beri jalan, padahal pada pertigaan tersebut ada rambu yang melarang belok kanan dan putar arah," tulisnya.

Mereka kemudian sempat saling berdebat. Menurutnya, saat itu ada salah satu terduga pelaku melakukan provokasi untuk melakukan penganiayaan terhadap dirinya.

Akibat pengadangan tersebut, pihaknya sempat berdebat dengan para pelaku. Kemudian sekitar pukul 02.30 WIB salah satu pelaku mulai memprovokasi untuk menganiaya korban.

"Yang kemudian diikuti oleh orang-orang lainnya secara beramai-ramai melakukan pengeroyokan terhadap saya," jelasnya.

Kata korban, salah satu pelaku sempat menunjukan pisau. Namun korban melawan dan merekam hal tersebut. "Setelah saya hampiri pelaku seperti di video, muncul teman-teman pelaku 3 atau 4 orang," tambahnya.

Dia menceritakan lagi, ada yang memukulnya dari arah samping hingga mengenai pelipis. Kemudian, handphone miliknya pun juga sempat dirampas.

"Dari arah samping saya dipukul dengan knuckle pada bagian pelipis. HP saya dirampas karena mereka tidak terima saya rekam. Kemudian saya dibanting, saat sudah terbaring di tanah saya dipukul dan ditendangi berkali-kali pada baguan kepala & badan oleh para pelaku," paparnya.

Rekomendasi