Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang kini menjadi sebuah investasi besar di Indonesia. Beberapa perusahaan besar sudah menyatakan diri untuk mendirikan pabrik di sana.
Eks Bupati Batang, Wihaji, mengibaratkan keberadaan KIT Batang seperti bunga yang siap dihinggapi lebah yang akan menghasilkan madu.
Selain menjadi “bunga” bagi para investor, keberadaan KIT Batang disebut bisa mendatangkan berkah bagi para angkatan kerja di Indonesia. Dilansir dari ANTARA, keberadaan kawasan industri itu disebut mampu menyerap 287 ribu tenaga kerja.
Berikut penjelasan selengkapnya:
Advertisement
Berkah Warga Batang
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Batang, Suprapto, mengatakan bahwa pembangunan KIT Batang akan menjadi harapan pemerintah daerah untuk mengurangi jumlah angka pengangguran. Ia menjelaskan, pada tahap awal, Presiden Jokowi telah melakukan peletakan batu pertama pada tiga perusahaan. Tiga pabrik ini nantinya akan menyerap 10 ribu hingga 15 ribu tenaga kerja pada 2023 dan 2024.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan inventarisasi calon tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan di Kawasan Industri Terpadu Batang.
“Saat ini kami terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pengelola KIT Batang. Yang jelas kami lagi berusaha mengutamakan warga daerah sendiri karena sudah ada regulasi dari Perbub 42/2021 yang mengutamakan warga Kabupaten Batang terserap di perusahaan KIT Batang,” kata Suprapto.
Advertisement
Pembangunan Balai Latihan Kerja
Suprapto tidak memungkiri, kesenjangan kompetensi kerja menjadi permasalahan bagi pemerintah daerah karena tidak semua orang memiliki keahlian yang dibutuhkan sesuai perusahaan. Terkait hal tersebut, pihaknya akan menyiapkan saran dan prasarana balai latihan kerja yang direncanakan dibangun tahun 2022 ini di atas lahan seluas 2,4 hektare.
"Total anggarannya Rp31,5 miliar. Tahun ini mulai dibangun dengan anggaran Rp2 miliar kemudian pada 2023 dilanjutkan dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batang dan Provinsi Jateng, kemudian 2024 menggunakan anggaran pemerintah pusat," katanya.
