Fakta Terkini Gunung Merapi, Keluarkan Guguran Lava Sebanyak 43 Kali dalam Sepekan

Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan guguran lava sebanyak 43 kali dalam satu pekan terakhir. Ini fakta selengkapnya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Fakta Terkini Gunung Merapi, Keluarkan Guguran Lava Sebanyak 43 Kali dalam Sepekan
Kondisi Gunung Merapi pada 8 - 14 Juli 2022. ©2022 Merdeka.com/Instagram @bpptkg

Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan guguran lava sebanyak 43 kali dalam satu pekan terakhir.

"Guguran lava teramati sebanyak 43 kali ke arah barat daya dominan ke Sungai Bebeng, dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter," terang Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso melalui keterangan tertulis, Minggu (17/7).

Berdasarkan analisis morfologi dari Stasiun Kamera Deles, Tunggularum, Ngepos, dan Babadan tidak tidak teramati perubahan ketinggian dan morfologi, baik kubah barat daya maupun kubah tengah.

"Berdasarkan analisis foto volume kubah lava barat daya terhitung sebesar 1.645.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.582.000 meter kubik," imbuh Agus.

Intensitas Kegempaan

Lihat postingan ini di Instagram

Dalam sepekan terakhir, kata Agus, intensitas kegempaan Gunung Merapi terhitung masih cukup tinggi.

Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM juga masih menunjukkan laju pemendekan jarak 0,2 cm per hari.

Pada 13 Juli 2022, terjadi hujan dengan intensitas curah hujan sebesar 36 mm per jam selama 10 menit di Pos Kaliurang.

"Tidak dilaporkan terjadi banjir lahar dingin maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu Gunung Merapi," kata Agus.

Tetap Berstatus Siaga

Hingga kini  Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area dalam sektor selatan-barat daya, yakni meliputi Sungai Boyong (sejauh maksimal lima km) serta Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (sejauh maksimal tujuh km).

Selain itu, guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi juga bisa berdampak ke area di sektor tenggara yang meliputi Sungai Woro (sejauh maksimal tiga km) dan Sungai Gendol (sejauh lima km).

"Apabila gunung api itu mengalami letusan eksplosif, lontaran material vulkaniknya dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung," pungkas Agus.

Rekomendasi