Tampak Seperti Biskuit, Begini Penampakan Gerhana Matahari dari Langit Jogja

Gerhana matahari terjadi pada Kamis (20/4) di Indonesia. Gerhana matahari juga dirasakan warga yang tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari langit Jogja, gerhana matahari justru tampak seperti kue biskuit yang bundar.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Tampak Seperti Biskuit, Begini Penampakan Gerhana Matahari dari Langit Jogja
Gerhana matahari sebagian dari langit Jogja. ©Instagram/@merapi_uncover

Gerhana matahari terjadi pada Kamis (20/4) di Indonesia. Gerhana matahari juga dirasakan warga yang tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Beberapa umat muslim menyambut kedatangan gerhana itu dengan melakukan salat gerhana. Ada pula yang menyambut gerhana dengan upacara budaya.

Di Yogyakarta, gerhana matahari terjadi pukul 09.26 dan mencapai puncaknya pada pukul 10.48. Dari langit Jogja, gerhana matahari justru tampak seperti kue biskuit yang bundar.

Berikut selengkapnya:

Gerhana matahari parsial

Sejak pukul 09.00 WIB, sejumlah warga yang beberapa di antaranya merupakan mahasiswa dan anak-anak berdatangan ke markas Jogja Astro Club (JAC) di Jalan Gejayan, Condongcatur, Sleman. Mereka bersiap memantau terjadinya gerhana matahari sebagian melalui tiga teleskop serta kacamata matahari yang disediakan komunitas tersebut.

“Adanya fenomena ini membuat masyarakat tertarik. Jadi masyarakat tidak melihat gerhananya saja, tapi juga tahu ini gerhana apa dan mengapa terjadi gerhana,” kata anggota JAC Rahmat Eko Saputro, dikutip dari ANTARA.

Momen Terjadinya Gerhana

Eko mengatakan, gerhana terjadi mulai pukul 09.30 dan puncaknya terjadi pada pukul 10.44 WIB. Pada puncak gerhana, bagian matahari yang tertutup bulan hanya 58 persen sekitar 1 menit.

“Bulan itu hanya menutupi matahari sekitar 58 persen. Jadi ini bukan gerhana matahari total dan bukan pula gerhana matahari cincin,” terang Eko.

Bentuk Edukasi

Eko mengatakan, kegiatan yang diadakan JAC merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai gerhana. Diharapkan masyarakat tak lagi mengaitkan fenomena gerhana dengan hal-hal berbau mistis.

“Gerhana adalah fenomena alam. Sehingga tidak perlu dihubungkan dengan hal-hal mistis atau kabar-kabar bohong yang menakutkan. Karena ini fenomena alam dan kita bisa amati secara sains,” kata Eko.

Rekomendasi