Contoh Geguritan Bahasa Jawa, Pahami Karakteristik Penulisannya

Dalam hal ini, Anda bisa mencari tahu lebih jauh apa yang dimaksud geguritan, bagaimana karakteristik penulisannya, dan unsur-unsur yang termuat dalam sastra geguritan. Selain itu, terdapat berbagai macam contoh geguritan beragam tema yang bisa disimak.

Ayu Isti Prabandari
Oleh Ayu Isti Prabandari - Reporter
Contoh Geguritan Bahasa Jawa, Pahami Karakteristik Penulisannya
Ilustrasi Menulis Puisi. ©2019 Merdeka.com

Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra atau ungkapan kreatif dari perasaan, pemikiran, dan pengalaman pengarangnya. Puisi memiliki ciri khas dalam penggunaan kata-kata yang dipilih dengan cermat untuk menciptakan ritme, irama, dan gaya bahasa yang unik.

Jika dalam karya sastra Indonesia, Anda mengenal puisi, dalam karya sastra bahasa Jawa, puisi dikenal dengan istilah geguritan. Secara umum, geguritan adalah sebuah karya seni puisi dengan cara penulisan yang hampir sama, yaitu memperhatikan pemilihan diksi, ritme, irama, hingga gaya bahasa.

Bedanya, geguritan sering kali dibawakan dengan gaya berlagu atau tembang merdu. Tak heran, jika banyak lagu atau tembang-tembang bahasa Jawa yang berasal dari puisi geguritan. Bagi Anda yang mulai tertarik dengan sastra puisi Jawa, tentu menarik untuk menyimak berbagai hal tentang geguritan.

Dalam hal ini, Anda bisa mencari tahu lebih jauh apa yang dimaksud geguritan, bagaimana karakteristik penulisannya, dan unsur-unsur yang termuat dalam sastra geguritan. Selain itu, terdapat berbagai macam contoh geguritan beragam tema yang bisa disimak.

Dengan menyimak contoh geguritan bahasa Jawa, Anda bisa lebih memahami konsep penulisannya dengan baik dan benar. Dari berbagai sumber, berikut kami merangkum pengertian, karakteristik, unsur, hingga contoh geguritan bahasa Jawa, bisa disimak.

Pengertian dan Karakteristik Geguritan

Sebelum menyimak contoh geguritan bahasa Jawa, perlu dipahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan geguritan dan karakteristiknya. Geguritan adalah sebuah karya puisi yang ditulis menggunakan bahasa Jawa. Berbeda dengan puisi pada umumnya, geguritan biasanya dibawakan menjadi sebuah lagu atau tembang merdu.

Meski begitu, dari segi sastra, penulisan geguritan tidak jauh berbeda dengan puisi umumnya. Di mana geguritan ditulis dengan memperhatikan rima, pemilihan diksi, ritme, hingga gaya bahasa. Berikut beberapa karakteristik penulisan geguritan bahasa Jawa yang perlu diketahui:

  • Ditulis menggunakan bahasa yang sopan dan indah.
  • Memiliki aturan dasar guru wilangan yang berupa banyaknya suku kata, guru lagu yang berupa persamaan bunyi sajak, dan guru gatra adalah jumlah baris dalam satu bait.
  • Ditulis menggunakan kalimat yang memuat makna dan arti bijak.
  • Dituliskan pula nama pengarang dalam sastra geguritan.

Karya sastra diketahui telah ada sejak masa kerajaan kuno. Meskipun sudah lama dan termasuk sastra tradisional, namun geguritan masih menjadi karya sastra yang dipelajari dan disebarluaskan dalam pelajaran bahasa Jawa. Ini dilakukan agar generasi penerus dapat mengenal dan turut melestarikan kekayaan budaya Indonesia.

Unsur-Unsur Geguritan

Sebelum menyimak contoh geguritan bahasa Jawa, penting untuk dipahami unsur-unsur apa saja yang terdapat pada karya sastra ini.

Dengan memahami unsur-unsur pembentuk, maka Anda bisa memiliki pedoman bagaimana cara menulis atau membuat puisi geguritan dengan baik sesuai dengan aturan yang ada.

Berbagai unsur ini memberikan ciri khas tersendiri bagi puisi geguritan yang unik dan berbeda dari puisi pada umumnya. Berikut adalah beberapa unsur dalam puisi geguritan yang perlu diperhatikan:

  • Tema: ide pokok yang diberikan penulis dalam membuat atau mengarang sebuah puisi geguritan. Ide ini akan mempengaruhi isi geguritan.
  • Diksi: Geguritan harus ditulis menggunakan bahasa yang bagus dengan memperhatikan guru wilangan, guru lagu, dan guru gatra.
  • Gaya bahasa: Geguritan ditulis dengan gaya bahasa yang tepat dengan memperhatikan makna dan arti di dalamnya.
  • Imajinasi atau citraan: Geguritan ditulis dengan menggunakan imajinasi atau citraan yang dapat memberikan gambaran visual dari puisi yang ditulis.
  • Latar: Geguritan ditulis menggunakan berbagai macam latar, mulai dari latar lokasi kejadian, waktu kejadian, hingga suasana.
  • Rima: Sama dengan puisi lainnya, geguritan ditulis dengan memperhatikan pengulangan bunyi rima di awal, tengah, hingga akhir untuk memberikan kesan estetika.
  • Amanat: Geguritan ditulis dengan unsur amanat atau pesan bijak dari penulis yang ingin disampaikan oleh pembaca atau pendengar.

Contoh Geguritan Bahasa Jawa

Setelah memahami pengertian, karakteristik penulisan, dan unsur-unsur pembentuknya, terakhir akan diberikan berbagai contoh sastra geguritan bahasa Jawa yang bisa disimak. Beberapa contoh geguritan bahsa Jawa ini ditulis dengan tema yang beragam.

Dengan memperhatikan contoh geguritan bahasa Jawa, Anda bisa memahami konsep penulisan yang telah dijelaskan sebelumnya dengan lebih mudah. Berikut beberapa contoh geguritan bahasa Jawa yang bisa disimak.

Tawakal Marang Gusti Karya Dian Yustika

Ing sepine wanci

Kakdelok rasa rasaning kawedenku

Marang panjenengan

Ati lara tanpa upama

Eling marang sakkabehing polahku

 

Gawe maksiat lan dosa

Sarta lalakon kang ala

Lelakon kang tanpa suba sita

Marang wong liya lan sepepadhan

 

Duh Gusti

Ing rodane wektu

Nalika tengah wengi

Kula ngunjukkaken dedonga marang Gusti

 

Ingkang murba ing dumadi

Gusti paringana kawelasanMu

Kanggo nuntun aku eling marang agama

Agama kang dadi ageming aji

Agama kang bisa dadi gegamaning ati’

 

Tresna Karya Erlita Fajrani

Tresna kuwi sepele

Tresna kuwi ya kowe karo aku

Tresnamu kaya surya

 

Nanging ya kaya samudra

Tresnamu bisa nekakake mega

Nanging saiki tresnamu kaya dahana

Awit aku mbok tinggalna

 

Langit data peteng

Ora ana candra apa maneh kartika

Atiku kaya bawana sing lemahe nela-nela

Maruta, kandhakna yen aku isih tresna

 

Basa Tanpa Ukara Karya Dwi Winarno

Tan perlu ukara ngambra

Kanggo lare kang nerak subasita

Tumindak kurang trep, luput keladuk saru

Sangarep tamu sesepuh utawa pengarasa praja

 

Ulat lan sorot netra kanggot ngelikake

Tanpa lingsem kanggone lare

Krasa lan banjut rumangsa

Metani luputingsun,

Banjur kudu piye

Kanthi tlaten paring wewarah uga tuladha

Iki pinangka gambaran nyata

Adab budaya adiluhung kang kudu kajaga

 

Begal Karya Iswahyudi

Begal…

Wong liya nyebut brandhal!

Saben dina ngasah gaman nganggo ungkal

Kanggo nodhong njero terminal

 

Begal…

Pinter golek akal

Sapa wae bakal didadekake tumbal

Begal utege wis mirip kadhal

Yen kecekel dulangen sandhal!

 

Begal…

Pinter golek akal

Sapa wae bakal didadekake tumbal

Begal utege wis mirip kadhal

Yen kecekel dulangen sandhal!

Begal dibrantas ana ngendi-endi

Ketemon ngrampas ditembak mati

 

Begal saiki wis kebangeten

Wus kerep nggawa korban

Begal dibrantas ana ngendi-endi

Ketemon ngrampas ditembak mati

 

Begal saiki wis kebangeten

Wus kerep nggawa korban

 

Merapi Karya Puthu Aryana

Merapi…

Saka kadohan katon gagah

Asep putih ndedel ing awiyat

Tilas dalan lahar katon cetha

Kena sunare Hyang Bagaskara

 

Merapi…

Saumpama kowe bisa crita

Kabeh kadadean ing tanah Jawa

Wiwit jaman Mataram Kuna

Nganti madege Kraton Ngayogyakarta

 

Merapi…

Sliramu anyekseni kridhaning bangsa

Wiwit nalika ngusir penjajah Walanda

Jaman mardika jaman Soekarno

Nganti jaman Soeharto

Jaman Habibie tumekaning Megawati lan Susilo

Merapi dadi saksi

Rekomendasi