Ketahui Unsur-unsur Berita Beserta Ciri dan Contohnya, Pelajari Lebih Lanjut

Kegiatan jurnalistik berhubungan erat dengan penyebaran informasi kepada masyarakat luas dan memiliki unsur-unsur yang harus diperhatikan wartawan sebelum memutuskan untuk memberitakan mengenai suatu kejadian, informasi, atau keadaan. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai unsur-unsur berita.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
Ketahui Unsur-unsur Berita Beserta Ciri dan Contohnya, Pelajari Lebih Lanjut
Ilustrasi koran. ©2012 Shutterstock/qvist

Kegiatan jurnalistik berhubungan erat dengan penyebaran informasi kepada masyarakat luas. Informasi yang disajikan ini dapat dikatakan sebagai sebuah produk jurnalistik atau berita. Penyebaran berita melalui media mengalami banyak perubahan yang sangat pesat dari kemajuan teknologi.

Hal itu menjadikan konsep jurnalistik mengikuti arus dalam proses penyebaran berita pula. Namun, dalam praktiknya terdapat unsur-unsur berita yang tetap sama dan wajib dimasukkan tak peduli adanya perkembangan pesat dalam proses dan cara penyampaian berika di era teknologi ini.

Unsur-unsur berita tersebut harus diperhatikan wartawan sebelum memutuskan untuk memberitakan mengenai suatu kejadian, informasi, atau keadaan. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai unsur-unsur berita yang perlu untuk diketahui.

Mengenal Apa Itu Berita

Berita (news) adalah sajian utama sebuah media massa di samping views (opini). Mencari bahan berita kemudian menyusunnya merupakan tugas pokok wartawan dan bagian redaksi sebuah penerbitan pers (media massa), mengutip Romli dalam buku Komunikasi Organisasi Lengkap (2014).

Tidak ada rumusan tunggal mengenai pengertian berita. Berita sulit didefinisikan, sebab ia mencakup banyak faktor variabel. Berita lebih mudah dikenali daripada diberi batasannya, menurut Irving Resenthall dan Marton Yarmen dalam Romli (2014).

Namun demikian, banyak pakar komunikasi yang mencoba merumuskan definisi-definisi berita, dengan penekanan yang berbeda terhadap unsur-unsur yang dikandung oleh sebuah berita. Nothclife misalnya, menekankan pengertian berita pada unsur “keanehan” atau “ketidaklaziman” sehingga mampu menarik perhatian dan rasa ingin tahu (curiosity).

Notchlife mengatakan, “jika seekor anjing menggigit orang itu bukanlah berita. Tetapi jika orang menggigit anjing itulah berita” (If a dog bites a man, it is not news. But if man bites a dog is news).

Micthel V. Charnley mengemukakan pengertian berita yang lebih lengkap dan untuk keperluan praktis yang layak kita jadikan acuan. Ia mengatakan, “Berita adalah laporan tercepat dari suatu peristiwa atau kejadian yang faktual, penting, dan menarik bagi sebagian besar pembaca, serta menyangkut kepentingan mereka”.

Nilai-Nilai Berita

Dari definisi-definisi tersebut, dapat dilihat bahwa terdapat empat unsur yang harus dipenuhi oleh sebuah berita yang sekaligus menjadi “karakteristik utama” sebuah berita, agar dapat dipublikasikan di media massa atau yang biasa disebut layak muat.

Keempat unsur inilah yang dikenal dengan nilai-nilai berita (news values) atau nilai-nilai jurnalistik (Romli, 2014:5), yaitu:

1. Cepat

Yakni aktual atau ketepatan waktu. Dalam unsur ini terkandung makna harfiah berita (news). Tulisan jurnalistik adalah tulisan yang memberi pembaca pemahaman atau informasi yang tidak ia ketahui sebelumnya.

2. Nyata (faktual)

Yakni informasi tentang sebuah fakta (fact), bukan fiksi atau karangan. Fakta dalam dunia jurnalistik terdiri dari kejadian nyata (real event), pendapat (opinion), dan pernyataan (statement) sumber berita. Dalam unsur ini terkandung pula pengertian bahwa, sebuah berita harus merupakan informasi tentang sesuatu dengan keadaan sebenarnya atau laporan mengenai fakta sebagaimana adanya.

3. Penting

Artinya, menyangkut kepentingan orang banyak. Misalnya peristiwa yang akan berpengaruh pada kehidupan masyarakat secara luas, atau dinilai perlu untuk diketahui dan diinformasikan kepada orang banyak seperti kebijakan baru pemerintah, kenaikan harga, dan sebagainya.

4. Menarik

Artinya, mengundang orang untuk membaca berita yang ditulis. Berita yang biasanya menarik perhatian pembaca, di samping yang aktual dan faktual serta menyangkut kepentingan orang banyak juga berita yang bersifat menghibur (lucu), mengandung keganjilan atau keanehan, atau berita “human interest” (menyentuh emosi, menggugah perasaan).

Ringkasnya, berita merupakan laporan peristiwa yang telah memenuhi keempat unsur-unsur nilai tersebut, karena tidak semua peristiwa yang terjadi layak dilaporkan atau diinformasikan. Dengan demikian seorang wartawan hendaknya mampu membedakan mana peristiwa yang mempunyai nilai berita dan mana yang tidak mengandung unsur-unsur nilai berita.

Unsur-Unsur Berita

Sementara itu, dalam praktiknya terdapat 6 unsur-unsur berita yang juga harus dipenuhi dalam penulisan dan pelaporannya kepada masyarakat luas. Unsur-unsur berita tersebut dikenal dengan 5W+1H, meliputi;

1. What : Apa yang terjadi?

2. Where : Di mana hal itu terjadi?

3. When : Kapan peristiwa itu terjadi?

4. Who : Siapa yang terlibat dalam kejadian itu?

5. Why : Kenapa hal itu terjadi?

6. How : Bagaimana peristiwa itu terjadi?

Contoh Unsur-Unsur Berita

Berikut ini adalah contoh penerapan unsur-unsur berita dalam sebuah pelaporan. Sekitar 30 orang dilaporkan tewas di Paris, Prancis, Eropa setelah hujan lebat dan banjir menggenangi tujuh distrik setempat pada Rabu 7 Agustus lalu. Sebanyak lebih dari 140 ribu orang telah diungsikan ke tempat-tempat yang lebih aman, kata seorang pejabat pemerintah setempat.

Dikutip dari Channel News Asia pada Kamis (8/8/2019), sungai-sungai di wilayah tersebut meluap karena kebijakan membuka pintu bendungan yang terisi penuh.

Adanya contoh tersebut, maka berikut adalah uraian penjelasannya:

1. What (Apa) : Banjir menggenangi 7 distrik menewaskan 30 orang.

2. Who (Siapa) : Warga di 7 distrik di Paris, Prancis, Eropa.

3. When (Kapan) : Kamis, 8 Agustus 2019.

4. Where (Di mana) : 7 distrik di Paris, Prancis, Eropa.

5. Why (Mengapa) : Karena sungai meluap akibat kebijakan membuka pintu bendungan yang terisi penuh.

5. How (Bagaimana) : Hujan lebat dan banjir mengakibatkan 30 orang tewas dan 140 ribu orang mengungsi akibat kebijakan membuka pintu bendungan yang terisi penuh.

Rekomendasi