Skema pengembangan (roadmap) mobil listrik nasional telah selesai dirumuskan. Prototipe dari mobil nasional bertenaga listrik murni tersebut akan terwujud pada 2014 mendatang.
Hal itu ditegaskan oleh pakar otomotif Institut Teknologi Surabaya (ITS), Dr. Muhammad Nur Yuniarto, ST, salah seorang anggota tim mobil listrik nasional. Menurut Nur Yuniarto, produksi massal ditargetkan terlaksana 2018, dengan kandungan total komponen dari dalam negeri.
"Untuk produksi massal diagendakan pada tahun 2018, karena kami memang tidak mau mobil listrik nasional yang asal comot. Kami ingin 100 persen buatan Indonesia, mulai dari komponen hingga jadi mobil," kata dosen Jurusan Teknik Mesin ITS itu, seperti dilansir Antara, Senin (01/10).
Oleh karena itu, lanjutnya, tim mobil listrik nasional akan melakukan koordinasi dengan berbagai kementerian sambil menunggu hingga tahun 2018 untuk menyiapkan segala sesuatunya secara maksimal. Ia sangat optimis mobil listrik nasional bisa terwujud.
"Untuk penyiapan industri mobil listrik nasional juga harus hati-hati, karena kita punya pengalaman industri nasional yang dilakukan Texmaco dan PTDI (PT Dirgantara Indonesia). Namun akhirnya mati karena masyarakat tidak peduli," tegasnya.
Nur Yulianto menilai, para teknisi Indonesia, khususnya dari kampus-kamus nasional ternama seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, ITS dan universitas lainnya, sudah mampu membuat mobil listrik. Namun semuanya belum sampai ke arah bisnis dan implementasi secara nasional.
Senada dengan Nur Yulianto, dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Dr. Ir. Dedit Cahya Happyanto, MT., mengaku pihaknya siap mendukung proyek mobil listrik nasional dengan menyumbangkan sistem kendali elektrik dengan metode temuannya.
"Kalau tim nasional sudah merancang motor penggeraknya, maka saya siap membantu dalam aspek sistem kendali elektrik bagi mobil listrik untuk mengatur listrik yang diperlukan mobil listrik secara pas untuk kondisi normal, tanjakan, dan turun," ujarnya.
Alumnus S1, S2, dan S3 di Teknik Elektro ITS itu menambahkan, metode yang ditemukan itu membuat mobil listrik akan terasa 'smooth' seperti naik motor 'matic'. Sistem elektriknya pun akan stabil dengan sendirinya.
Walau bagaimanapun, program mobil listrik nasional sudah sangat mendesak di Tanah Air, karena memang sudah tidak ada pilihan. Fakta bahwa bahan bakar fosil sudah menipis dan bahan bakar fosil cenderung polutif, mendorong digunakannya energi alternatif lain sebagai solusi yang lebih ramah lingkungan.
(kpl/bun)