Gembar-gembor kehadiran KTM Duke 200 di awal menjelang peluncurannya hingga masa-masa perkenalannya di Indonesia seperti tidak berlanjut di bulan-bulan berikutnya. Pihak pemasaranya mengaku ada faktor khusus terkait kultur di masyarakat Indonesia yang membuat pamornya luntur.
PT Moto KTM Indonesia selaku pemasar motor tersebut mengakui bahwa mereka terhuyung oleh pamor Kawasaki Ninja 250. Hal ini terutama karena harga yang tidak terpaut jauh, tetapi berbeda secara penampilan.
"Kalau bicara booming, Duke 200 di sini agak kurang jika dibaning Ninja. Ini sebagai komparasi untuk motor Rp 50 jutaan," ungkap Kriesna Tirta selaku Marketing and Promotion Director PT Moto KTM Indonesia.
Sebagai gambaran, dengan harga Rp 50 jutaan, konsumen yang membeli Ninja 250 sudah langsung bisa merasakan gengsi lewat badan bongsornya. Rasanya seperti mengendarai moge, walau ber-cc 200-an.
Hal yang berbeda dirasakan ketika mengendarai Duke 200. Meskipun sebenarnya berbeda model dan bisa saja membuka pasar baru khususnya bagi pencinta naked bike, pasar unik di Indonesia lebih mempertimbangkan harga jual tadi.
Duke sendiri pada awalnya dibanderol Rp 57,5 juta on-the road Jakarta, dan merambat naik hampir mendekati Rp 60 juta lewat salah satu lembaga pembiayaan.
Ia sendiri menggunakan mesin berkapasitas 200 cc dengan satu 4-tak dan sudah pendingin air. Tenaga tersalurkan ke transmisi enam percepatan dan secara maksimal bisa meraih tenaga 25,51 HP pada 10.000 rpm dengan torsi 20 Nm pada 8.000 rpm.
(kpl/nzr/rd)