Satu penghargaan yang tidak bisa dianggap remeh di ajang Kustomfest 2013 adalah Mooneyes Pick untuk kategori mobil Hot Rod. Mengapa? Hal ini lantaran president Mooneyes Inc. - Shige Suganuma sendiri yang menilainya.
Kustomfest 2013 yang digelar 5-6 Oktober tahun lalu berhasil menobatkan Holden Monaro lansiran 1969 ini sebagai 'Hot Rod Mooneyes Pick'. Penghargaan bergengsi ini menjadi penyanding gelar 'The Hottest Hot Rod' Kustomfest 2013 yang berhasil disabet Ford Mustang Fastback 1967.
Mobil 'kece' (keren) yang berhasil memikat hati sang President Mooneyes Inc. asal Jepang - Shuge Suganuma ini merupakan miliki seorang pecinta mobil klasik bernama Galih Laksono.
"Asli saya Jogja sini saja mas, tapi saya membuka usaha (G-speed) dan semua pengerjaan dilakukan di Jakarta," ungkap pria penuh wibawa ini.
Pria kelahiran asli Yogyakarta ini ternyata juga sang pemilik bengkel kustom yang bernama G-speed. Jerih payahnya memboyong Holden Monaro dari Kebayoran Baru, Jakarta hingga ke Yogyakarta terbayarkan sudah dengan perolehan penghargaan ini.
"Saya sangat senang sekali mendapatkan penghargaan ini, apalagi secara langsung (diberikan) oleh Shuge dari Mooneyes Jepang," tuturnya dengan bangga.
Menggunakan sasis milik Holden Monaro 1969, Galih memadukannya dengan mesin Chevy 502 CID Big Block yang mengusung kapasitas mesin mencapai 8.200cc. Untuk sistem transmisinya, digarap oleh Huges dengan menggunakan part dari TH 400 Performance.
Beberapa pengerjaan yang lainnya seperti bodywork, painting, seat, pipes atau sistem knalpot semuanya dikerjakan oleh G-speed di bawah petunjuk teknis Galih Laksono sendiri.
Advertisement
Selain berhasil menyabet gelar prestisius di Kustomfest 2013, ternyata belum lama ini Galih bersama Holden Monaro yang sama pula telah terpilih sebagai 'The Winner of Meguiar's International Car Crazy Showcase 2013' dan berhak bertandang ke Las Vegaz. Bagaimana, mengesankan dan sangat menginspirasi bukan?
(kpl/abe)
