Model Purwarupa Rampung, PT MAB Segera Pasarkan Truk Listrik Tahun In

Truk listrik ini akan diperkenalkan segera, lantaran prototipe-nya sudah rampung. PT Mobil Anak Bangsa Indonesia (MABI) didirikan oleh mantan Panglima TNI Moeldoko pada 2017.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Model Purwarupa Rampung, PT MAB Segera Pasarkan Truk Listrik Tahun In
PT Mobil Anak Bangsa siap memasarkan bus dan truk listrik baru.. ©2023 Merdeka.com

Produsen bus listrik nasional, PT Mobil Anak Bangsa (MAB), bakal memperkenalkan kendaraan baru jenis truk dan angkutan umum listrik pada tahun ini.

Direktur Utama MAB Kelik Irwantono menjelaskan, sektor transportasi memiliki tren menyediakan transportasi umum ramah lingkungan karena ada tren permintaan dalam beberapa tahun terakhir.

MAB sebagai produsen bus listrik nasional memperbanyak model dengan fokus kendaraan komersial seperti truk listrik, bus listrik, dan angkut umum.

"Kami akan menawarkan truk listrik yang mengincar sektor pertambangan dan model lain," ujar Kelik saat dijumpai di kantornya, kemarin (9/5).

Menurutnya, truk listrik ini akan diperkenalkan segera, lantaran prototipe-nya sudah rampung.

PT Mobil Anak Bangsa Indonesia (MABI) didirikan oleh mantan Panglima TNI Moeldoko pada 2017.

Pada tahun pertamanya, perusahaan melahirkan purwarupa (prototipe) bus listrik pertama MABI.

Proto 2 dikembangkan pada 2018 berupa bus listrik low entry, dengan menyasar lingkungan bandara. Setelah Proto 3, perusahaan melakukan first delivery bus listrik MABI kepada PT Paiton Energy yang mengelola pembangkit listrik Paiton di Jawa Timur.

Pada 2020, perusahaan melakukan riset dan pengembangan (R&D) untuk bus jarak pendek; 150 km.

©2023 Merdeka.com

Hingga kini konsumen bus listrik MAB antara lain PT RAPP, PT Kideco Jaya Agung, PT Bukit Asam, Pemkot Semarang, PT Chandra Asri Petrochemical, PT Kaltim Parna Industri, PT Pupuk Kaltim, dan sebagainya.

"Saat ini bus listrik kami yang sudah dipasarkan sebanyak 40 unit, tersebar di Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Kami sedang mengincar pasar di Papua dan Sulawesi," ucapnya.

Kelik menjelaskan, pihaknya akan meningkatkan kapasitas produksi bus listrik hingga 200 unit pada tahun ini, naik dari tahun lalu yang sekitar 150 unit. 200 unit itu terdiri 50 persen bus listrik dan 50 persen truk listrik.

Namun, pada 2024/2025, lanjut dia, pihaknya mengincar produksi bertambah menjadi 1.000 unit per tahun untuk bus listrik dan truk listrik.

Kekuatan MAB

©2023 Merdeka.com

Sebagai perusahaan bus listrik nasional, saat ini tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) bus listrik MAB mencapai 35 persen, meski masih diproses PT Surveyor Indonesia. Fasilitas produksi dan perakitannya berada di Demak, Jawa Tengah.

Kondisi ini menjadi kekuatan MAB sebagai perusahaan otomotif karya anak bangsa.

"Kekuatan MAB ada di layanan purnajual. Sebagai korporasi lokal, kami dengan cepat memberikan layanan aftersales bila ada problem. Tim kami bisa langsung datang, bila ada kendala teknis bus atau kebutuhan suku cadangnya. Tim kami sehari datang sehingga konsumen merasa tenang," ujar Kelik.

Selain itu, kekuatan lainnya, antara lain pemberian beragan garansi termasuk baterai selama 4 tahun. Baterai ini sangat strategis karena mencapai 35 persen terhadap harga jual bus.

Untuk mempermudah pelanggan, perusahaan memiliki platform digital bernama: Vehicle Remote Monitoring System (VRMS). Di sini, dapat mengawasi kinerja bus sehingga dapat mencegah kerusakan. Sebab semua dapat dilihat di VRMS. Bahkan data bus ini dapat dimonitoring setiap hari.

Kemudian MAB juga mengadakan training kepada mekanik untuk menjaga kualitas layanan purnajual dan dapat diandalkan.
Tim layanan mampu menjangkau seluruh Indonesia dengan dukungan tim berada di Kalimantan, Sumatra (Muara Enim, Sumatra Selatan), dan Jawa Tengah.

Rekomendasi