Proyektil peluru yang meninggalkan tiga lubang di badan pesawat Trigana akan ditelusuri lebih lanjut. Hal tersebut untuk mengetahui di mana posisi penembak serta jenis senjata apa yang digunakan."Dari proyektil ini dilihat dari alurnya, kemudian akan menggambarkan laras. Kita dapat proyektil kita cari senjatanya kita coba dan di-matchkan" ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (9/4).Saat ini polisi juga mengakui sulit melacak pelaku lantaran minim barang bukti dan juga saksi. Ketika terjadi penembakan tak ada orang yang dimintai keterangan kecuali para awak dan penumpang pesawat. Mereka pun mengaku hanya mendengar tanpa tahu dari mana datangnya tembakan."Alat bukti masih minim, orang dalam pesawat sama sekali tidak mengetahui ada penembakan. Mereka ini hanya mendengar suara tembakan tidak tahu berapa kali. Saksinya sangat minim, buktinya juga sulit, tidak tahu posisi penembak," tambahnya.Berkaca dari kejadian ini, polisi kembali mengevaluasi pola keamanan, karena amat disayangkan polisi baru sampai setengah jam setelah terjadinya penembakan."Kapolres akan evaluasi pola pengamanan wilayah masing-masing di mana kira-kira yang sudah ada kejadian. Dengan data yang ada kita evaluasi gimana langkah selanjutnya," tutupnya.Sebelumnya, pesawat udara Twin Otter milik Trigana Air ditembaki orang tidak dikenal saat hendak mendarat di Lapangan Terbang Mulia, ibu kota Kabupaten Puncak Jaya, Papua sekitar pukul 08.21 WIT. Pesawat tersebut berpenumpang delapan orang. Satu orang penumpang tewas, sedangkan empat lainnya menjalani perawatan di RSUD Mulia.Korban tewas adalah Leiron Kogoya Muliambut seorang wartawan dari Pasifik Pos. Leiron mengalami luka tembakan di bagian leher kanan saat pesawat yang ditumpanginya ditembak oleh orang yang tidak dikenal.
Polri telusuri penembakan Trigana lewat proyektil
Ada tiga lubang akibat tembakan di badan pesawat Trigana. Polisi pun akan memeriksa proyektil peluru.
Advertisement
Rekomendasi
