Warga Karawang digegerkan dengan penemuan seekor ikan paus yang terdampar di Pantai Sompek, Karawang, Jawa Barat. Mamalia raksasa yang terdampar tersebut merupakan Paus Sperm Whale (Physeter macrocephalus) atau sering disebut juga paus Lodan atau Koteklamboh.Paus Sperm Whale adalah paus yang termasuk kedalam kelas mamalia laut dan Ordo Cetacea. Paus ini juga menyusui anaknya, berdarah panas, bernafas dengan paru-paru dan memiliki sejumlah gigi pada rahangnya.Yang paling khas dari paus ini adalah bentuk kepalanya persegi empat dengan kulit berkerut dan berwarna ungu gelap. Panjang tubuh antara paus jantan dan betina berbeda, masing-masing mencapai 15-18 meter dan 11-12 meter.Kepala paus yang nyaris berbentuk kotak ini banyak berisi minyak ikan spermaceti dan digunakan sebagai bahan bakar. Paus ini juga dikenal memiliki intelegensi tinggi atau cukup cerdas. Hal ini terlihat dari struktur dan besar otaknya sekitar 0,03 persen berat badannya. Paus ini dapat hidup sampai usia 30-60 tahun tergantung pada kondisi tubuhnya.Paus ini mudah teridentifikasi di laut dan merupakan jenis perenang cepat sekitar 20 knot/jam. Paus dapat menyelam sampai ke dalaman 300-600 meter bahkan beberapa laporan menyatakan sekurang-kurangnya sampai 3.000 meter. Kebanyakan penyelaman yang panjang dan dalam dilakukan oleh Lodan jantan.Paus dapat dijumpai di semua samudera mulai dari belahan bumi utara dan selatan walaupun penyebarannya tidak merata di setiap tempat. Biasanya paus ini ditemukan di perairan pantai tetapi juga dapat ditemukan di perairan dalam di mana kedalaman airnya lebih dari 200 meter. Hal ini berkaitan dengan satwa buruan sebagai makanannya seperti gurita dan cumi-cumi laut. Pada musim dingin paus berada di perairan temperatur atau sedang dan perairan tropis. Sedangkan pada musim panas paus jantan berada di perairan temperatur dan paus betina beserta anak-anaknya akan tetap menetap di perairan tropis.Di Indonesia paus Lodan ini banyak dijumpai di perairan Selat Malaka, pantai Sumatera dan Jawa, Samudera Indonesia, Timor, Solor, dan Lembata. Para nelayan di Desa Lamalera di Propinsi Nusa Tenggara Timur banyak melakukan perburuan paus jenis ini untuk memanfaatkan daging, kulit dan minyaknya. Daging dan kulitnya umumnya dimakan. Minyaknya digunakan untuk bahan bakar. Jenis paus yang umumnya diburu berukuran panjang 8-10 m. Sayangnya yang umumnya tertangkap adalah paus betina, bahkan terkadang paus yang sedang dalam keadaan mengandung.*dari berbagai sumber
Paus yang terdampar di Karawang tergolong cerdas
Nelayan di Lamalera di NTT banyak melakukan perburuan paus jenis ini untuk memanfaatkan daging, kulit dan minyaknya.
Advertisement
Rekomendasi
