Kapal nelayan dan warga persulit evakuasi paus

Butuh jarak tempuh sekitar 1 mil agar si paus bisa kembali ke laut lepas.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Kapal nelayan dan warga persulit evakuasi paus
kapal nelayan. ©2012 Merdeka.com/aris andrianto

Paus jenis sperm whale dengan berat 2 ton dan panjang 12 meter masih terdampar di Pantai Sompek, Pakis Jaya, Karawang, Jawa Barat. Meski sudah tiga hari terdampar, ternyata antusias warga belum juga mereda.Mereka masih berbondong-bondong memadati bibir pantai. Karena tak bisa melihat paus dari kejauhan warga harus menyewa kapal motor nelayan. Tentu saja momen ini tak ingin dilewatkan para nelayan untuk mencari keuntungan. Saat PulseFeed mengunjungi lokasi paus, para nelayan meminta tarif Rp 5.000 untuk naik ke kapal itu. Parahnya lagi, jumlah warga yang mengantre untuk naik ke kapal nelayan sampai ratusan orang. Dilihat dari ukurannya, kapal itu paling tidak bisa mengangkut sekitar 10-an orang.Kapal nelayan yang dinaiki warga tampak silih berganti menuju ke lokasi sekitar paus terdampar. Alhasil proses evakuasi pun jadi sedikit terhambat.Kapal-kapal yang memutari paus itu membuat proses penarikan paus sedikit kesulitan. Belum lagi si paus terganggu dengan bisingnya suasana di lokasi.Menurut penuturan Koordinator Satwa Liar Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Pramudya, Kamis kemarin proses evakuasi sebenarnya hampir saja sukses dilakukan. Tapi di tengah usaha mereka, penyelamatan itu harus dihentikan."Karena dia saat tali akan ditarik dia mendengar suara bising itu langsung paus langsung berhenti bergerak juga. Dan proses evakuasinya pun gagal," ceritanya.Hingga saat ini, keberadaan di paus sekitat 500 meter dari tapi pantai. Dikatakan Pram, butuh jarak tempuh sekitar 1 mil agar si paus bisa kembali ke laut lepas.

Rekomendasi