PPP tak risau diberi urutan empat partai terkorup

Partai yang kadernya terbanyak diperiksa kasus korupsi Golkar pertama, disusul PDIP, dan Demokrat.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
PPP tak risau diberi urutan empat partai terkorup
PPP. Merdeka.com/Imam Buhori

Ketua DPP PPP, Muhammad Arwani Tomafi mengatakan, PPP sendiri tidak terlalu risau soal rilis Dipo Alam tentang partai terkorup. Di data itu partai berlambang kabah ini menempati peringkat keempat partai yang kadernya terbanyak diperiksa dalam perkara korupsi."Bagi PPP, informasi ini harus menjadi catatan penting bahwa tugas parpol bukan hanya sekedar menang-menangan dalam pilkada," kata Arwani saat berbincang dengan PulseFeed, Jakarta, Minggu (30/9).Justru dengan rilis pernyataan Dipo Alam itu, menurut Arwani, masih ada tugas besar dan penting dalam menjaga posisi parpol sesuai dengan amanat konstitusi."Yaitu melalui kader-kadernya mampu menjawab problem krusial pemerintahan saat ini. Problem krusial itu adalah korupsi."Oleh karenanya, Arwani menambahkan, partainya akan menjadikannya sebagai rujukan dan bahan evaluasi terkait model rekruitmen kader yang akan maju dalam pilkada nantinya."Saya tidak terlalu merisaukan terkait kenapa pernyataan ini keluar dari seorang Dipo. Tetapi Saudara Dipo harus betul-betul ikut menjaga jangan sampai ada tebang pilih dalam proses pemberian izin," pungkasnya.Sebelumnya, dalam siaran persnya Jumat (28/9), Dipo mengeluarkan data permohonan izin pemeriksaan kepala daerah terkait kasus korupsi. Hasilnya, kepala daerah dari Golkar yang terbanyak dengan 36,36 persen. Sisanya PDIP (18,18 persen), Partai Demokrat (11,36 persen), PPP (9,65 persen), PKB (5,11 persen), PAN (3,97 persen), PKS (2,27 persen).

Rekomendasi