Dunia Fantasi (Dufan) akan menjadi milik Bank Mandiri dalam satu hari. Bank pelat merah itu telah menyewa seluruh wahana Dufan dan Atlantis dalam rangka ulang tahun ke-14 pada Sabtu (6/10). Bagi masyarakat yang hendak ke sana pada hari itu siap-siap saja gigit jari.Menyewa arena permainan sekelas Dufan tentu Mandiri harus menggelontorkan uang yang tidak sedikit. Nantinya seluruh karyawan Bank Mandiri dapat menikmati fasilitas dengan membawa anggota keluarga. Sekarang ini setiap akhir pekan, pengunjung Dufan bisa mencapai 15.000 orang. Setiap orangnya, harus merogoh kocek sebesar Rp 265.000 per orang. Sementara untuk Atlantis, tiket masuk dihargai sebesar Rp 110.000 per orang.Jika dihitung-hitung, setidaknya pendapatan yang harus ditutupi oleh pihak Mandiri untuk mengganti penyewaan sehari minimal adalah Rp 4 miliar. Pihak Ancol sendiri sudah menyatakan Dufan dan Atlantis akan ditutup untuk umum."Enam Oktober, Dufan dan Atlantis untuk sementara tidak dapat dikunjungi untuk umum karena akan ada family gathering dari Bank Mandiri," kata Kepala Bagian Customer Service Jacky Pratama.Cara Mandiri merayakan ulang tahunnya tentu menuai kritik dari berbagai kalangan. Anggota Komisi VI DPR Mustafa Kamal mengaku prihatin dengan cara perusahaan milik negara merayakan hari jadinya."Terlalu berlebihan, tidak sepantasnya seperti itu (merayakannya)," kata Mustafa.Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi juga angkat bicara mengenai rencana Bank Mandiri 'menguasai' Dufan. Menurutnya, pemerintah harus mengedepankan kepentingan masyarakat dibandingkan kepentingan bisnis.Tulus menyayangkan keputusan pengelola Ancol menutup akses masyarakat ke Dufan selama sehari penuh. Seharusnya kata Tulus, Bank Mandiri boleh menyewa Dufan maksimal 70 persen, sedangkan sisanya 30 persen merupakan ruang bagi masyarakat yang ingin berlibur."Itu membuktikan Ancol hanya mengedepankan kepentingan bisnis dan tidak peduli dengan masyarakat," tegasnya.Saat dikonfirmasi, Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini enggan berkomentar banyak. Saat dicecar mengenai alokasi dana, Zulkifli mengaku tidak memiliki detail anggaran yang disiapkan. "Waduh saya belum punya detailnya tuh," kata Zulkifli.Namun Zulkifli berjanji pada waktunya akan terbuka ke publik. "Teman-teman masih menghitung. Saya enggak bawa angkanya tapi nanti pada waktunya akan kita sharing," katanya.
Rakyat dilarang ke Dufan pada hari Sabtu
"Itu membuktikan Ancol hanya mengedepankan kepentingan bisnis dan tidak peduli dengan masyarakat," tegas Tulus Abadi.
Halaman Berikutnya
Usai Telusuri CCTV, Polisi Amankan Mahasiswa Terduga Pelaku Penembakan Balikpapan
Advertisement
Rekomendasi
