Banjir yang menggenangi kawasan Ibu Kota sepanjang pekan lalu turut menjadi perhatian utama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat melakukan kunjungan ke posko pengungsi banjir di Jatinegara, Jakarta Timur dan GOR Otista, SBY memberikan beberapa arahan kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.Salah satu perhatian utama adalah kondisi Kanal Banjir Barat (KBB) dan Kanal Banjir Timur (KBT). Saat banjir terjadi, debit air di Sungai Ciliwung memenuhi KBB hingga kapasitasnya tidak cukup untuk menampung air. Sebaliknya, KBT justru kosong."Hasil paparan menteri PU ternyata, kondisi arus air yang mengalir di KBB overload, sementara KBT itu tidak menampung debit air yang sama," kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha di Bina Graha, Jakarta, Senin (21/1).Dalam pertemuan tersebut, Jokowi sempat mengungkapkan perlunya dibangun sodetan yang tersambung langsung dengan KBT, sehingga debit air di Sungai Ciliwung tetap terkendali. Program tersebut menjadi prioritas utama dalam mengantisipasi banjir selanjutnya di Jakarta."Karena itu diperlukan sodetan atau flood way untuk bisa mengalirkan air yang semula mengalir ke barat bisa juga dibagi ke timur atau KBT," tandasnya.Berikutnya, upaya revitalisasi dan normalisasi Sungai Ciliwung harus segera dilaksanakan dalam waktu dekat di tengah meningkatnya curah hujan di Jabodetabek. Banyaknya sampah dan pendangkalan sungai dituding menjadi salah satu penyebab utama banjir di Jakarta."Banyaknya sampah yang berserakan, kemudian itu mengganggu arus air yang mengalir di Kali Ciliwung. Ini juga dibutuhkan suatu penanganan yang komprehensif terutama dalam hal menormalisasikan Kali Ciliwung agar kali tersebut bisa berperan dan berfungsi sebagai mana mestinya," paparnya.Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memimpin seluruh proyek tersebut dibantu Kementerian Pekerjaan Umum. Pemprov DKI mendapat tugas untuk melakukan penertiban dan pemindahan penduduk yang berada di sekitar bantaran Sungai Ciliwung."Tentu dalam hal ini karena instruksi presiden kemarin, menteri PU agar pemerintah pusat dan Pemda DKI bekerja sama dan berkoordinasi. Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian teknis mendukung sepenuhnya apa yang menjadi prioritas atau yang menjadi agenda pemda, termasuk dalam hal anggaran," jelasnya.
Istana: Sampah dan KBB overload penyebab banjir di Jakarta
"Banyaknya sampah yang berserakan, kemudian itu mengganggu arus air yang mengalir di Kali Ciliwung," kata Julian.
Advertisement
Rekomendasi
