Ketua lembaga nirlaba Indonesia Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, melaporkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jero dilaporkan lantaran diduga bersekongkol dengan perusahaan minyak dan gas asing dalam rencana perpanjangan kontrak pengelolaan Blok Mahakam, Kalimantan Timur.Tidak hanya melaporkan Jero, Marwan juga melaporkan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Susilo Wiroutomo, dan Kepala Satuan Kerja Minyak dan Gas, Rudi Rubiandini. Marwan menuding ketiganya bersekongkol tetap memperpanjang kontrak pengolahan Blok Mahakam kepada perusahaan asing, yakni Total (Prancis) dan Inpex (Jepang).Menurut Marwan, beberapa bulan lalu, KPK sudah melayangkan surat kepada Jero Wacik. Isinya agar pengelolaan blok-blok minyak dan gas bumi yang bakal habis masa kontraknya tidak boleh diperpanjang kepada pihak asing. Menurut dia, hal itu demi mencegah adanya tindak pidana korupsi dalam pengelolaan kilang minyak itu."Tetapi rupanya surat itu sengaja disembunyikan Kementerian ESDM. Dan dalam beberapa kesempatan, baik pernyataan Menteri ESDM wakilnya maupun kepala SKK Migas memperlihatkan bakal tetap memperpanjang kontrak kepada asing," kata Marwan kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/2).Menurut Marwan, ada indikasi kolusi, korupsi, dan nepotisme dalam rencana perpanjangan kontrak Blok Mahakam. Kontrak Blok Mahakam bakal habis pada 2017. Dia mengatakan, masih ada cadangan sebesar Rp 1.050 triliun dari kilang itu.Namun sayang, Marwan cuma mendasarkan tudingannya itu dari pernyataan tiga pejabat itu. Dia tidak menunjukkan secara jelas di mana letak indikasi korupsi yang dilakukan tiga pejabat itu."Dengan data yang kami paparkan kepada KPK, dan mendengar pernyataan ketiga pejabat itu, kami mengusulkan KPK segera mengusut mereka. Hal itu demi mencegah korupsi dalam jumlah besar," ujar Marwan.Dari pemaparan Marwan, terselip pesan bahwa Perusahaan Tambang Minyak dan Gas Negara (Pertamina) bersedia mengelola Blok Mahakam, jika benar kontrak dengan pihak asing tidak diperpanjang. Menurut dia, pada September 2009, Juli 2011 dan 2012, Direktur Pertamina, Galaila Karen Agustiawan, menyatakan kepada Kementerian ESDM siap mengelola Blok Mahakam.Menurut Marwan, pada Februari 2012, mantan Wakil Menteri ESDM almarhum Widjajono Partowidagdo pernah berjanji tidak bakal memperpanjang kontrak pengelolaan Blok Mahakam kepada perusahaan asing, dan bakal menyerahkannya kepada Pertamina.Marwan juga mengutip pernyataan Deputi Menteri Badan Usaha Milik Negara bidang Usaha Industri Strategis, Dwiyanti Cahyaningsih, akhir Januari lalu. Menurut dia, Kementerian BUMN mendukung penuh penguasaan 100 persen saham Blok Mahakam."Tapi rupanya Menteri ESDM dan anak buahnya lebih percaya kepada pihak asing," lanjut Marwan.Hingga kini, Jero Wacik belum bisa dikonfirmasi atas pelaporan ini.
Menteri ESDM Jero Wacik dilaporkan ke KPK
Tidak hanya melaporkan Jero, Marwan juga melaporkan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Susilo Wiroutomo.
Advertisement
Rekomendasi
