KPK masih pikir-pikir minta keterangan Ibas

Johan mengatakan KPK tidak merasa terhambat atau terhalang apapun jika memang harus memanggil Ibas.

Aryo Putranto Saptohutomo
KPK masih pikir-pikir minta keterangan Ibas
Ibas. ©2012 Merdeka.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menelaah bukti-bukti pendukung sebelum meminta keterangan pada Edhie Baskoro Yudhoyono atau biasa disapa Ibas. Namun, KPK tidak bisa memperkirakan waktunya karena validasi bukti itu tergantung penyidik meyakini data atau informasi tersebut benar."Soal lamanya proses validasi, tergantung tingkat ketepatan informasi di penyidikan itu. Bukti pendukung itu bukti yang bisa menyimpulkan bahwa pengakuan itu bernilai benar atau tidak," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jumat (15/3).Menurut Johan, validasi itu dilakukan oleh KPK dalam setiap kesempatan, dan informasi yang keluar dari saksi dan tersangka mengenai siapa saja. Johan mengatakan keterangan dari Yulianis atau yang lainnya, tentu harus melewati tahap validasi."Setiap warga negara punya hak sama. Mereka memiliki informasi dan data buat silakan sampaikan ke KPK," ujar Johan.Johan mengatakan KPK tidak merasa terhambat atau terhalang apapun jika memang harus memanggil putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. "Tidak ada hambatan, baik psikologis atau lainnya buat meminta keterangan dari setiap orang," lanjut Johan.Kemarin, mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, membenarkan soal adanya catatan aliran dana ke putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono. Tetapi, Yulianis mengatakan duit sebesar USD 200 ribu itu tidak terkait dengan proyek pembangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan serta Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.Namun sayang, Yulianis tidak mengatakan secara rinci maksud pemberian uang itu, apakah buat memenangkan Anas Urbaningrum di Kongres Partai Demokrat pada 2010, atau buat kepentingan lain yang masih ada kaitannya dengan kongres itu. Pernyataan itu sekaligus membantah pemberitaan selama ini yang menyatakan Ibas, sapaan Edhie, menerima aliran dana dari Grup Permai terkait proyek Hambalang.Yulianis pun menegaskan, Grup Permai tidak pernah mengeluarkan uang buat mengamankan proyek Hambalang. Dia sangat yakin lantaran dia mengatakan tahu betul soal catatan keuangan yang dia simpan dalam komputer pribadi dan komputer jinjingnya. Kedua komputer itu sudah disita Komisi Pemberantasan Korupsi.Keterangan Yulianis ini sekaligus menegaskan ucapan terpidana kasus suap Wisma Atlet dan pemilik Grup Permai, Muhammad Nazaruddin. Suami terdakwa korupsi Neneng Sri Wahyuni itu pernah menyatakan Ibas yang juga menantu Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, menerima duit dari dia.Sementara itu, mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengatakan tidak menerima aliran dana proyek sport center Hambalang, seperti yang diungkapkan M Nazaruddin."Saya katakan tudingan tersebut tidak benar dan tidak berdasar. 1000 Persen saya yakin kalau saya tidak menerima dana dari kasus yang disebut-sebut selama ini," kata Ibas dalam siaran pers, Rabu (27/2).

Rekomendasi