Sebuah rudal yang diperkirakan peninggalan zaman Belanda, ditemukan tertanam di tanah kosong tepat di tengah pemukiman warga, Jalan Mawar Indah, Kelurahan Tangkerang Timur, Tenayan Raya, Pekanbaru - Riau. Rudal dengan panjang 120 cm dan berat 210 kilogram itu ditemukan sekelompok pemulung."Kami menemukannya sama-sama, ada enam orang (sesama pemulung). Waktu itu hari Jumat sekitar akhir bulan Mei (2013)," kata Ely (50), seorang pemulung yang tinggal tidak jauh dari lokasi penemuan, Jumat (7/6).Ely menceritakan saat menemukan alat peledak itu dia bersama lima pemulung lainnya tengah mencari barang bekas di atas lahan seluas 30 meter persegi. Lahan itu dulunya tempat penampungan atau gudang penyimpanan barang bekas milik salah seorang warga bernama Awi."Tapi gudang ini sudah lama dibongkar dan pemiliknya pindah entah ke mana," timpal Eda (46), saksi mata lainnya.Awalnya mereka mengira mortir tersebut merupakan besi bekas yang masih laku dijual. Lantas mereka gotong royong mengangkat benda itu dari dalam tanah."Karena berat, kami membiarkannya dulu, baru kemudian Haji Rebdi (pemilik bengkel) datang membantu untuk mengangkut bom (mortir) itu," kata Ely.Sejak ditemukan dua pekan lalu, kata dia, mortir tersebut disimpan di bengkel milik Rebdi. Karena tak laku-laku dijual, akhirnya mereka memutuskan melaporkan ke polisi.Polisi kemudian datang ke lokasi penyimpanan mortir dan memberi police line. Warga setempat yang kebetulan lewat penasaran dan mendekat untuk melihat. Beberapa di antaranya mengabadikan lewat kamera telepon selular.Sampai siang ini, polisi masih berjaga-jaga di sekitar lokasi penyimpanan mortir. Tim Gegana juga meluncur ke lokasi.Saat dikonfirmasi, Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Kukuh Yulianto Wibowo, membenarkan adanya penemuan rudal non aktif tersebut, "Ya benar, ada penemuan rudal non aktif, ditemukan oleh pemulung kemarin, tapi baru dilaporkan Jumat," ujar Kukuh.
Pemulung di Pekanbaru temukan rudal seberat 210 Kg
Rudal non aktif dengan panjang 120 cm tadinya akan dijual. Tapi karena tak laku, akhirnya dilaporkan ke polisi.
Advertisement
Rekomendasi
