Pertandingan tinju di Nabire rusuh, panitia harus tanggung jawab

Marzuki menyalahkan para pendukung yang tak bisa mengontrol emosi dan tak paham nilai olah raga.

Muhammad Mirza Harera
Oleh Muhammad Mirza Harera - Reporter
Pertandingan tinju di Nabire rusuh, panitia harus tanggung jawab
Marzuki Alie. ©2012 Merdeka.com

Sebanyak 18 orang tewas dan 34 lainnya luka-luka akibat kerusuhan usai pertandingan tinju Bupati Nabire Cup. Politikus Demokrat yang juga Ketua DPR Marzuki Alie menuntut penyelenggara event itu harus bertanggung jawab.

"Yang bertanggung jawab ya penyelenggara. Belum tentu mereka yang tewas ikut dalam kerusuhan itu," ujar Marzuki di Gedung DPR, Senin (15/7).

Marzuki prihatin atas kejadian tersebut, menurutnya, olah raga seharusnya menjadi pelecut semangat untuk meraih prestasi tetapi justru menjadi petaka. "Saya sungguh prihatin atas kejadian itu, olah raga yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas dan semangat kebersamaan malah seperti ini. Kalau ada masalah selesaikan dengan cara yang baik," kata dia.

Marzuki menyalahkan para pendukung yang tak bisa mengontrol emosi. Dia mengatakan mereka tidak paham nilai-nilai dalam olah raga karena menang atau kalah sudah biasa.

"Sikap para pendukung harusnya bisa memahami betul nilai-nilai olah raga. Menang kalah adalah hal yang biasa," ujarnya.

Seperti diketahui, pada hari Minggu 14 Juli sekitar pukul 22.00 WIT di GOR Kota Lama, Nabire terjadi insiden keributan antar-suponer pada pertandingan tinju Bupati Nabire Cup. Keributan dipicu oleh kekesalan pendukung petinju Yulianus Pigome (Sasana Mawa, koordinator Alipin Pigai, suku Mee) yang kalah angka atas Alpius Rumkoren (Sasana Persada, Koordinator: Maran, Suku Biak).

Suporter saling berkelahi pada saat penyerahan hadiah yang mengakibatkan kepanikan di antara para penonton, dan berebut keluar gedung. Akibat kejadian tersebut, 18 orang meninggal, 11 wanita dan 7 laki-laki.

Sebagian besar tewas terinjak-injak akibat berebut keluar dari GOR. Korban saat ini berada di Kamar Jenazah RS Nabire.

Rekomendasi