SKK Migas: Persediaan minyak semakin sedikit

Pemerintah telah mengambil terobosan dengan memaksimalkan energi matahari.

Muhammad Mirza Harera
Oleh Muhammad Mirza Harera - Reporter
SKK Migas: Persediaan minyak semakin sedikit
Explorasi minyak. shutterstock

SKK Migas dan Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (GMII) menggelar buka puasa bersama anak yatim di daerah Pasar Kembang, Cikini, Jakarta Pusat. Acara itu dihadiri oleh puluhan anak yatim dan para ibu-ibu pengajian yang memainkan rebana di dalam acara tersebut.Menurut Kabag Humas SKK Migas Elan Biantoro, acara ini dalam rangka mensosialisasikan kepada anak-anak yatim dan para ibu-ibu mengenai kondisi migas di Indonesia serta tugas SKK Migas. Dia pun mengucapkan terima kasih pada GMII yang telah menyelenggarakan dan bersedia bekerja sama dengan SKK Migas dalam acara buka puasa tersebut."Sekarang harga energi di Indonesia makin tinggi, khususnya minyak. Hal itu disebabkan persediaan minyak makin sedikit sehingga pemerintah mau tidak mau menaikkan harga minyak," kata Elan dalam sambutannya, Kamis (25/7).Namun, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi krisis energi ini. Dia menjelaskan ada energi yang bisa digunakan dan sangat bermanfaat jika dikelola dengan teknologi yang baik."Energi baru itu seperti energi panas, contohnya tenaga matahari. Kita bisa lihat di pinggir jalan tol ada alat yang bisa mengubah energi panas yang mengubahnya menjadi listrik. Dan pada malam hari alat itu digunakan untuk menghidupkan lampu di jalan tol," ujarnya.Tenaga geothermal, lanjutnya, atau panas bumi yang biasa di dapat dari gunung merapi juga sangat berguna. "Energi panas dimasukkan ke generator untuk menghasilkan listrik," imbuhnya.Dia pun berharap dengan sosialisasi ke masyarakat seperti ini bisa membuka pikiran masyarakat terutama anak-anak akan keterbatasan energi di Indonesia.

Rekomendasi