Sampai di Surabaya, buruh yang demo serbu penjual minuman

Mereka demo menuntut kenaikan UMK sebesar Rp 3,5 juta. Bila tak disetujui, buruh anggap Soekarwo tak peduli nasib buruh.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Sampai di Surabaya, buruh yang demo serbu penjual minuman
Demo buruh Gresik di Surabaya. ©2013 Merdeka.com/Moch Andriansyah

Ribuan buruh dari Gresik menggeruduk kantor gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan, Surabaya, Rabu (30/10) siang. Mereka menuntut kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2014 sebesar Rp 3,5 juta per bulan.Mereka datang sekitar pukul 11.30 WIB dengan mengendarai truk dan kendaraan roda dua. Para buruh dari wilayah utara, selatan, timur dan barat Kabupaten Gresik, itu datang secara bergelombang.Saat tiba di Kantor Gubernur, mereka langsung memblokade jalan. Kemudian mereka berorasi menuntut kenaikan UMK secara bergantian.Sebagian lagi memilih berteduh di bawah pohon yang berada di sekitar Monumen Tugu Pahlawan dan pepohonan yang berada di tengah jalan. Bahkan, sebagian ada yang asyik membeli makanan dan minuman, seolah tak peduli dengan orasi rekannya."Ini kita mau minta kenaikan berapa sih," tanya seorang buruh perempuan yang berada di pinggir arena aksi kepada rekannya, yang kemudian dijawab tidak tahu oleh rekannya.Sementara itu, sang orator berteriak-teriak mengajak rekan-rekannya yang masih ogah berpanas-panasan ke tengah jalan yang sudah diblokade tersebut. "Ayo kawan-kawan, kita berada di sini, tarik mereka untuk berada di tengah-tengah aksi," ajak sang orator di atas mimbar (truk).Para demonstran juga menagih janji gubernur dan wakilnya untuk peduli pada nasib kaum buruh setelah kembali terpilih memimpin Jawa Timur saat Pilgub lalu digelar."Kita datang ke sini untuk melihat apakah Pak De Karwo (Soekarwo), sebagai gubernur dan Gus Ipul (Saifullah Yusuf) sebagai wakilnya, masih peduli dengan nasib kaum buruh di Gresik. Apakah mereka (Pak De Karwo dan Gus Ipul) mau memenuhi tuntutan kita soal kenaikan UMK sebesar Rp 3,5 juta. Jika tidak, berarti mereka tidak peduli akan nasib buruh," ujar sang orator.Sementara itu, gelombang kedatangan buruh dari berbagai elemen di Gresik terus berdatangan, pihak kepolisian dari Polrestabes Surabaya terus mengawal ketat jalannya aksi. Sejumlah pasukan Dalmas memagari pintu masuk gedung, tepat di belakang kawat berduri yang melingkari gedung.

Rekomendasi