Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut dua, Joko Widodo-M Jusuf Kalla (Jokowi-JK) unggul dalam pemungutan suara, di Rutan dan Lapas Tanjung Gusta Medan, Rabu (9/7).
Namun, raihan suara di 7 TPS yang disediakan di kedua penjara itu masih jauh di bawah angka golput. Dari penghitungan yang telah dilakukan di Rumah Tahanan Tanjung Gusta, pasangan Jokowi-JK juga unggul dengan memperoleh 616 suara. Pasangan nomor urut satu hanya mendapat 555 suara. Terdapat 10 suara dinyatakan batal.Sementara itu, di Lapas Tanjung Gusta, Jokowi-JK juga unggul dengan memperoleh 446 suara, sedangkan capres-cawapres nomor urut 1 hanya memperoleh 350 suara. Sebanyak 11 suara dinyatakan batal.Dari penghitungan ini, angka golput di Rutan Tanjung Gusta melampaui gabungan suara kedua pasangan. Angkanya mencapai 60,9 persen atau 1.842 orang dari 3.023 jumlah calon pemilih dalam DPT. Hanya 1.181 orang atau 39,1 persen yang menggunakan hak pilihnya.Sementara itu, partisipasi memilih di Lapas Dewasa Tanjung Gusta Medan juga sekitar 42 persen atau hanya 807 orang dari 1.899 calon pemilih yang terdata dalam daftar pemilih tetap (DPT). Sekitar 58 persen sisanya tidak memilih atau golput.Kepala Rutan Tanjung Gusta Medan Tony Nainggolan menyatakan, tingginya angka golput di penjara itu disebabkan sudah banyak tahanan yang bebas, pindah bahkan meninggal dunia.Sementara itu, Kepala Pembinaan Lapas Dewasa Tanjung Gusta Medan Bagus juga mengakui rendahnya partisipasi pemilih. Selain kurangnya sosialisasi instansi terkait, dia juga menduga para warga binaan tidak memilih karena kecapaian setelah menonton pertandingan Piala Dunia dini hari tadi.
"Kalau pihak lapas tetap mengimbau warga binaan untuk menggunakan hak pilihnya," jelas Bagus.
