Pihak-pihak lain terlibat dalam kasus korupsi pelaksanaan haji 2012-2013 mulai terkuak. Fakta itu diungkap oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Provinsi Banten, Muhammad Margiono, selepas pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara itu hari ini.Margiono mengatakan, namanya beserta istri, Etty Triwi Kusumaningsih, memang masuk dalam daftar rombongan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji. Tetapi dia justru mesti merogoh kocek pribadi. Padahal mestinya, jika namanya masuk dalam rombongan PPIH maka dia dibiayai negara. Dia mengaku membayarkan semua uang itu kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al-Amin."Kalau saya melalui Al-Amin," kata Margiono kepada awak media di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (17/7).Dari penelusuran PulseFeed, biro haji dan umroh Al-Amin dipimpin oleh Hj. Melani Leimena Suharli. Dia adalah kader Partai Demokrat dan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua MPR. Dia juga menjabat Komisaris PT. Manasik Prima (satu grup dgn Al Amin tours). Jasanya kerap dipakai membawa rombongan haji pejabat dan anggota DPR.Kantor biro perjalanan Al-Amin terletak di Jalan Pakubuwono VI Nomor 109, Jakarta Selatan. Istri dari Muhammad Suharli itu juga pernah menjabat Dewan Pertimbangan KPP-RI (Kaukus Perempuan Parlemen) 2009-2014, dan Penasehat Fraksi Partai Demokrat MPR RI (2010-2014).Margiono mengaku dalam pemeriksaan hari ini sudah menunjukkan kuitansi pembayaran ke biro perjalanan Al-Amin kepada penyidik."Saya bawa tadi kuitansinya. Ditunjukkan ke KPK," ujar Margiono.
KBIH milik wakil ketua MPR disebut dalam kasus haji
Margiono mengaku dalam pemeriksaan sudah menunjukkan kuitansi pembayaran ke biro perjalanan Al-Amin kepada penyidik.
Advertisement
Rekomendasi
